Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 15 Legislator PKS se-Kaltara Ikuti Bimteknas, Pertajam Kepekaan Demi Pelayanan Optimal Kepada Rakyat  Angka Kemiskinan Kabupaten Nunukan Turun 0,04 Persen di Tahun 2026 Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar

Nunukan

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup, 31 Sekolah di Perbatasan Tak Lagi Terima MBG

badge-check


					Ilustrasi : Cerianya pelajar  Nunukan saat menerima MBG. Perbesar

Ilustrasi : Cerianya pelajar Nunukan saat menerima MBG.

NUNUKAN, infoSTI – Salah satu Satuan Pelayananan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sebatik Timur, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara berhenti beroperasi.

Akibatnya, murid murid dari 31 sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta Balita di perbatasan RI – Malaysia inipun tak lagi menerima jatah MBG.

“Terhitung Senin 15 Juni 2026 operasional SPPG Sebatik Timur berhenti beroperasi sementara karena kendala tekhnis pencairan dana BGN,” ujar Koordinator SPPG Kabupaten Nunukan, Fitra Diani, saat dihubungi.

Fitra menjelaskan, dana yang belum cair adalah dana yang sebagian juga digunakan untuk pembelian bahan pangan yang kemudian diolah menjadi makanan bergizi bagi penerima manfaat program MBG.

Ia merincikan, ada 31 sekolah yang dilayani SPPG Sebatik Timur dengan jumlah sasaran penerima manfaat MBG sebanyak 3.141 murid/pelajar.

Dan sebanyak 323 penerima manfaat dari ibu hamil, menyusui dan Balita.

Fitra menegaskan, pihak SPPG juga sudah menyampaikan berhentinya operasional mereka kepada masing masing PIC sekolah.

Pengumuman disampaikan lewat pesan yang dibagikan ke grup whatsaap pihak sekolah serta Posyandu.

“Berhenti sementara sampai dana BGN turun,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan