NUNUKAN, infoSTI – Pasca Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebatik Timur berhenti beroperasi pada Senin (15/6/2026) lalu, empat SPPG di Nunukan, Kalimantan Utara, menyusul menghentikan operasionalnya.
Alasannya sama, yaitu belum cairnya anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
‘’Per hari ini, Rabu 17 Juni 2026, tiga unit SPPG menyusul setop operasional sementara karena anggaran operasional belum turun,’’ ujar Koordinator SPPG Kabupaten Nunukan, Fitra Diani, melalui pesan tertulis.
Ia merincikan, tiga SPPG tersebut, masing masing,
- SPPG Nunukan Timur 1 yang dikelola oleh Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah.
SPPG ini melayani 2.522 penerima manfaat. Dengan rincian 2.214 murid/pelajar dari 18 sekolah, dan 308 penerima MBG dari 5 unit Posyandu.
- SPPG Nunukan Timur 2 yang dikelola Yayasan Mutiara Bumi Gemilang.
SPPG ini melayani 2.064 penerima manfaat, dengan rincian, sebanyak 1.648 murid/pelajar dari 15 sekolah. Dan 340 penerima manfaat dari 4 unit Posyandu.
- SPPG Sebatik Barat (Liang Bunyu) yang dikelola oleh Yayasan Aztrada Garuda Jaya.
SPPG ini melayani 2.580 penerima manfaat. Terdiri dari 2.249 murid/pelajar dari 14 sekolah. Dan sebanyak 331 penerima manfaat dari 6 unir Posyandu.
‘’Besok, Kamis 18 Juni 2026, ada satu SPPG lagi yang juga berhenti operasi sementara, yaitu SPPG Nunukan Barat,’’ imbuhnya.
Untuk SPPG Nunukan Barat, ada 3.310 penerima manfaat yang menjadi sasaran MBG, dengan rincian, sebanyak 2.932 murid/pelajar dari 8 sekolah, serta 378 penerima manfaat dari 7 unit Posyandu.
‘’Jadi dari total 15 SPPG yang ada di Kabupaten Nunukan, 4 unit sudah menghentikan operasional mereka. Besok, 1 unit SPPG juga berhenti sementara,’’tegas Fitra.
Sebelumnya diberitakan, SPPG di Sebatik Timur, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara berhenti beroperasi, Senin (15/6/2026), yang mengakibatkan 3.141 murid murid/pelajar dari 31 sekolah dan 323 penerima manfaat dari kalangan ibu hamil dan menyusui, serta balita di perbatasan RI-Malaysia ini tak lagi menerima jatah MBG.
Pengumuman penghentian operasional sementara bagi SPPG inipun telah diberitahukan melalui pesan whatsaap kepada masing masing PIC sekolah dan para pengurus Posyandu.
“Berhenti sementara sampai dana BGN turun,” ujar Koordinator SPPG Kabupaten Nunukan, Fitra Diani, saat dikonfirmasi.











