NUNUKAN, infoSTI – Salah satu Satuan Pelayananan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sebatik Timur, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara berhenti beroperasi.
Akibatnya, murid murid dari 31 sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta Balita di perbatasan RI – Malaysia inipun tak lagi menerima jatah MBG.
“Terhitung Senin 15 Juni 2026 operasional SPPG Sebatik Timur berhenti beroperasi sementara karena kendala tekhnis pencairan dana BGN,” ujar Koordinator SPPG Kabupaten Nunukan, Fitra Diani, saat dihubungi.
Fitra menjelaskan, dana yang belum cair adalah dana yang sebagian juga digunakan untuk pembelian bahan pangan yang kemudian diolah menjadi makanan bergizi bagi penerima manfaat program MBG.
Ia merincikan, ada 31 sekolah yang dilayani SPPG Sebatik Timur dengan jumlah sasaran penerima manfaat MBG sebanyak 3.141 murid/pelajar.
Dan sebanyak 323 penerima manfaat dari ibu hamil, menyusui dan Balita.
Fitra menegaskan, pihak SPPG juga sudah menyampaikan berhentinya operasional mereka kepada masing masing PIC sekolah.
Pengumuman disampaikan lewat pesan yang dibagikan ke grup whatsaap pihak sekolah serta Posyandu.
“Berhenti sementara sampai dana BGN turun,” tegasnya.











