Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Nunukan

Perjuangan Mengirim Bantuan Alsintan ke Pedalaman Krayan, Bawa Perlengkapan Kemping dan Siap Tidur di Tengah Hutan

badge-check


					Sejumlah Alsintan bantuan Kementan mulai dikirim ke Krayan. Dok.DKPP Nunukan. Perbesar

Sejumlah Alsintan bantuan Kementan mulai dikirim ke Krayan. Dok.DKPP Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sedang berjuang untuk mengirimkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), untuk wilayah pedalaman Krayan, di perbatasan RI – Malaysia.

Hal tersebut dilakukan pasca Kementerian Pertanian, mendistribusikan 28 unit Jonder/traktor roda 4, 14 unit traktor roda 2, dan 10 unit Rice Planter, untuk mendukung produksi pertanian bagi masyarakat Krayan.

Seperti diketahui, dataran tinggi Krayan, hanya bisa dijangkau dengan udara dari Kota Kabupaten Nunukan.

Meski ada akses darat yang bisa dilalui dengan kondisi dan transportasi khusus, butuh waktu tak sebentar dengan tantangan alam yang berat, dan tentunya biaya tak murah untuk mencapai wilayah yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia ini.

‘’Kita usahakan bisa mengirimkan bantuan Alsintan bagi warga Krayan. Meski tak mudah, tapi kita memiliki kewajiban untuk memberikan perhatian khusus bagi warga di pelosok perbatasan,’’ ujar Bupati Nunukan, Irwan Sabri, Jumat (30/1/2026).

Ia menegaskan, Pemerintah pusat maupun daerah, wajib memperhatikan warga perbatasan RI melalui pembangunan infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan layanan publik (kesehatan/sosial).

Hal tersebut, menjadi amanah undang undang Nomor 43 Tahun 2008, yang memandatkan perbatasan adalah halaman depan negara yang strategis untuk keamanan dan kesejahteraan.

‘’Mohon doanya, semoga pengiriman Alsintan ke Krayan bisa lancar sampai tujuan,’’ kata Irwan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan, Masniadi menuturkan, pihaknya sudah mulai menggeser Alsintan ke wilayah Krayan sepekan terakhir.

Untuk menuju Krayan, Alsintan diangkut Kapal LCT menyeberang melalui lajur Sei Ular, Kecamatan Seimanggaris, dan dilansir sedikit demi sedikit menggunakan truk menuju Kabupaten Malinau.

‘’Kita tugaskan pegawai kami yang siap mental dan fisiknya kuat untuk mengawal pengiriman Alsintan ke Krayan. Kita tahu pengiriman ini butuh waktu belasan hari sehingga kami bersiap untuk berkemah dan siap tidur di tengah hutan,’’ kata Masniadi.

Untuk menghemat anggaran, operator alat berat diambil dari pegawai DKPP, termasuk tenaga pendamping dan pengawasan.

Masniadi mengakui, medan berat sebenarnya, adalah ketika Alsintan sudah sampai di ujung aspal perbatasan Malinau, menuju Desa Long Semamu, menuju Desa Binuang, Krayan.

Akses jalan di wilayah ini akan menjelma lumpur dan sulit dilewati, khususnya saat musim penghujan.

Biasanya, ban mobil tertanam, dan harus ditarik menggunakan alat berat untuk bisa keluar dari jebakan lumpur.
Untuk kemungkinan tersebut, DKPP Nunukan sudah berkoordinasi dengan perusahaan yang memiliki alat berat, sebagai antisipasi.

‘’Kita akan melewati sungai sebelum masuk Krayan. Sehingga kita harus memastikan apakah arus air memungkinkan dilewati atau tidak. Kalau tidak, kita menunggu sampai bisa dilewati, baru kita seberangkan alat alat berat yang kita kirim,’’ kata dia.

Masniadi mengatakan, pengiriman bantuan Alsintan dari Kementan, dilakukan melalui jalur darat dan udara.
Untuk pengiriman jalur darat, ada 28 unit traktor roda 4, terdiri dari 14 unit Jonder dan 14 unit Rotavator.
Untuk pengiriman jalur udara, ada 14 unit traktor roda 2, dan 10 unit Rice Platter.

‘’Pemkab Nunukan sedang berusaha melobi TNI AU, untuk meminjamkan pesawatnya. Pesawat komersil yang melayani penerbangan Nunukan – Krayan, tentu tidak bisa karena jenisnya pesawat perintis,’’ imbuhnya.

Masniadi memastikan, pihaknya akan berusaha sebisanya untuk mengusahakan Alsintan tersebut sampai di Krayan secepatnya.

Ia sendiri ikut bergabung dalam regu DKPP, untuk memastikan perjalanan lancar, dan kondisi Alsintan tetap terjaga sesampainya di tujuan.

‘’Kita tahu bagaimana sulitnya menembus Krayan lewat darat. Semoga usaha kita dipandang sebagai salah satu bukti kehadiran pemerintah bagi masyarakat perbatasan,’’ katanya lagi.

Pemkab Nunukan menargetkan Alsintan bisa sampai Krayan dalam 9 sampai 12 hari.

Kendati demikian, Masniadi mengakui faktor cuaca yang tak menentu saat ini, diprediksi menjadi kendala dalam pengiriman. Dan batas waktu 9 hari, bisa molor menjadi dua kali lipatnya.

‘’Semoga Alsintan yang diberikan Pemerintah Pusat menjadi pendukung kemajuan pertanian masyarakat Krayan,’’ harap Masniadi.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara