Menu

Mode Gelap
Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup, 31 Sekolah di Perbatasan Tak Lagi Terima MBG Cerita Sejumlah Korban Investasi Bodong di Nunukan, Uang Rp 75 Juta Tak Kembali, Ramai Ramai Buat Laporan Polisi Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM Candu Narkoba, Dua Warga Pulau Sebatik Nekat Menjadi Ninja Sawit Gereja Katolik Santo Yosep di Pedalaman Nunukan Habis Terbakar

Kaltara

Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

badge-check


					Kabid perdagangan Dior Frames, saat melakukan operasi pasar. Dok.DKUKMPP Nunukan. Perbesar

Kabid perdagangan Dior Frames, saat melakukan operasi pasar. Dok.DKUKMPP Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Harga sejumlah item Sembako di perbatasan RI – Malaysia, terpantau mengalami kenaikan imbas melemahnya nilai tukar Rupiah.

Saat ini, nilai tukar Rupiah ditransaksikan di level Rp 17.958 per Dolar AS. Sementara tukaran Ringgit Malaysia, di angka Rp 4.600 per 1 Ringgit.

Kondisi ini, membuat sejumlah harga Sembako di Nunukan, Kalimantan Utara, ikut melambung.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Nunukan, Dior Frames menegaskan, sejumlah komponen Sembako memang mengalami kenaikan imbas melemahnya nilai tukar Rupiah.

‘’Sejumlah Sembako dari sebelah (Malaysia), mengalami kenaikan imbas nilai tukar Rupiah yang melemah. Diantaranya, minyak goreng, gula pasir, tong LPG dan beras,’’ ujarnya, ditemui Rabu (3/6/2026).

Kenaikan harga gula pasir Malaysia, bahkan terjadi sejak Hari Raya Idul Adha lalu. Kalau biasanya gula pasir Malaysia dijual di pasar dengan harga Rp 15.000/Kg, kini dibanderol Rp 17.000/Kg, atau naik Rp 2.000.

Minyak goreng yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 17.000/liter, menjadi Rp 21.000 – Rp 22.000/liternya.

Tong gas LPG Malaysia 14 Kg yang biasanya bisa didapat dengan harga Rp 230.000/tong, kini menjadi Rp 260.000/tong.

Beras medium ukuran 10 Kg yang biasanya dijual Rp 110.000- Rp 120.000/karung, naik menjadi Rp 130.000/karung.

‘’Item ataupun komponen perdagangan lintas batas, mengalami kenaikan bervariasi semuanya,’’ tegasnya.

Adapun imbas kenaikan Dolar, berdampak pada harga kedelai dan produk jadi, tahu, tempe, hingga pakan ternak.

Secara garis besar, lanjut Dior, biaya transportasi dan distribusi produsen ke konsumen, menjadi faktor kenaikan harga. Semua, menimbang naiknya harga BBM dan suku cadang kendaraan.

Bawang putih, mengalami kenaikan harga Rp 5000/kg. Yang tadinya dijual dengan harga Rp 35.000/Kg menjadi Rp 40.000/Kg.

Begitu juga dengan cabai rawit yang semula dijual dengan harga Rp 70.000/Kg, kini menjadi Rp 80.000/Kg.

‘’Untuk tahu dan tempe, naik Rp 2.000, dari harga awal Rp 20.000 menjadi Rp 22.000, dengan ukuran volume yang berkurang. Ukurannya lebih kecil dan lebih tipis dari sebelumnya,’’ jelas Dior.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara