Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Kaltara

Satwa Langka Trenggiling Masih Lestari di Taman Nasional Kayan Mentarang

badge-check


					Tangkapan layar temuan Trenggiling di TNKM. Dok.TNKM. Perbesar

Tangkapan layar temuan Trenggiling di TNKM. Dok.TNKM.

NUNUKAN, infoSTI – Keberadaan satwa langka Trenggiling (Manis Javanica), ditemukan masih lestari di Resort Krayan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM).

Untuk diketahui, SPTN Wilayah I mencakup area konservasi yang sangat luas, mencapai 272.930,01 hektar yang berada daerah Krayan dan Lumbis disepanjang perbatasan Kabupaten Nunukan.

Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito, mengatakan, keberadaan Trenggiling, ditemukan saat Smart Patrol.

“Temuan ini, menjadi bukti nyata fungsi vital kawasan konservasi di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia sebagai habitat penting bagi keanekaragaman hayati Kalimantan,” ujarnya, melalui pesan tertulis, Selasa (9/12/2025).

Dalam rekaman gambar yang dikirim ke media ini, terlihat seekor Trenggiling sedang memanjat pohon dengan tenang.

Cahaya lampu senter yang diarahkan tepat ke tubuh satwa yang sisiknya kerap diperjual belikan secara ilegal tersebut, sama sekali tak dianggap sebagai gangguan.

Trenggiling tersebut, tetap menancapkan cakarnya ke pohon, dan memanjat dengan tenang tanpa menghiraukan keberadaan orang di sekitarnya.

Seno menegaskan, dokumentasi keberadaan Trenggiling, sangat berharga bagi Tim Balai TNKM.

“Banyaknya Trenggiling yang dijumpai di TNKM, menunjukkan bahwa kondisi habitat satwa ini masih terjaga dengan baik dan TNKM mampu mendukung kehidupan satwa-satwa kunci yang dilindungi,” ujarnya lagi.

Ia menjelaskan, SMART PATROL/Spatial Monitoring and Reporting Tools, merupakan seperangkat alat yang memungkinkan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan mengevaluasi data spasial.

Kegiatan ini dilakukan untuk menghimpun data patroli yang terorganisir dalam satu database, dengan tujuan:

1. Melakukan patroli di wilayah kawasan konservasi dengan output luasan.

2. Mengetahui potensi ancaman Tindak Pidana Kehutanan (Tipihut).

3. Mengidentifikasi potensi hayati dan fitur alami di sepanjang jalur patroli.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim yang bertugas di lapangan, masyarakat adat dan stakeholder terkait yang masih berusaha menjaga kelestarian Kawasan TNKM dengan baik,” ucap Seno.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara