Menu

Mode Gelap
138 Calhaj Nunukan Diberangkatkan 4 Mei 2026, Jalur Penerbangan Melewati Samudera Hindia, Jam Penerbangan Bertambah 3 Jam Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar

Kaltara

138 Calhaj Nunukan Diberangkatkan 4 Mei 2026, Jalur Penerbangan Melewati Samudera Hindia, Jam Penerbangan Bertambah 3 Jam

badge-check


					Calhaj Nunukan saat mengikuti Manasik oleh Petugas Kemenag. Dok.Kemenag Nunukan. Perbesar

Calhaj Nunukan saat mengikuti Manasik oleh Petugas Kemenag. Dok.Kemenag Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Sebanyak 138 Calon Haji (Calhaj) asal Nunukan, Kalimantan Utara, dijadwalkan berangkat ke tanah suci Mekkah pada 4 dan 5 Mei 2026.

Meski ibadah haji tahun ini dilakukan di tengah memanasnya konflik timur tengah, para jama’ah tetap semangat dan tak menunjukkan kekhawatiran atas peristiwa yang terjadi.

Koordinator Keberangkatan Jamaah Haji, Kemenag Nunukan, Asdar menuturkan, Calhaj Nunukan terbagi dalam dua kloter.

Kloter 7 dengan jumlah 95 Calhaj, akan berangkat pada 4 Mei 2026. Sementara sisanya, 43 Calhaj untuk kloter 8, berangkat pada 5 Mei 2026.

‘’Alhamdulillah kita sudah selesai lakukan manasik, dan persiapan untuk keberangkatan pada 4 dan 5 Mei 2026. Ada 138 Calhaj Nunukan yang berangkat, termasuk PHD (Petugas Haji Daerah),’’ujarnya ditemui Rabu (22/4/2026).

Calhaj tertua di Kabupaten Nunukan, adalah jamaah dari Pulau Sebatik, Ibu Nare, dengan usia 78 tahun, sedangkan Calhaj termuda adalah perempuan berumur 22 tahun, bernama Suci.

Asdar mengatakan, meski banyak telfon masuk pasca kecamuk perang Amerika dan Israel melawan Iran, Calhaj Nunukan tetap memantabkan niat untuk berhaji.

Menurut Asdar, semangat mereka terinspirasi dari daftar tunggu haji Nunukan yang mencapai 41 tahun.

Kendati Kemenag RI sudah memprogramkan pemerataan masa tunggu menjadi 26 tahun, kebijakan tersebut belum terlalu berdampak signifikan di daerah.

Rute berubah penerbangan lebih lama

Dampak memanasnya konflik Timur Tengah, selain membuat harga tiket pesawat naik karena melonjaknya harga avtur/bahan bakar pesawat, juga membuat rute keberangkatan Calhaj, dialihkan.

Jika sebelumnya penerbangan jamaah haji melalui Yaman dan kawasan teluk Persia, rute penerbangan akan melewati wilayah udara Mozambik, Somalia, Etiopia, kemudian ke Mesir, melewati Laut Merah untuk sampai ke Arab Saudi.

‘’Jadi mereka lebih lama waktu penerbangannya. Kalau bisanya 10 sampai 11 jam, nanti bertambah 3 jam menjadi 14 sampai 15 jam,’’ jelas Asdar.

Tahun ini, para Calhaj membayar biaya haji sebesar Rp 54 juta. Para Calhaj menerima subsidi 40 persen dari BPIH yang ditetapkan sebesar Rp 87,4 juta.

Sementara itu, selisih sebesar Rp 33 juta, ditanggung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui nilai manfaat dana haji.

Ia menambahkan, terkait naiknya ongkos pesawat akibat kenaikan avtur, semua ditanggung Kemenhaj melalui APBN dan tidak dibebankan ke para jamaah.

‘’Agenda kepulangan jamaah haji Nunukan, kita jadwalkan 17 dan 18 Juni 2026 sampai embarkasi Balikpapan. Mereka akan kembali bersamaan ke Nunukan pada 19 Juni 2026,’’ kata Asdar.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara