Menu

Mode Gelap
Minta Diantar Pulang, Gadis 17 Tahun di Nunukan Jadi Korban Pemerkosaan Pemilik Bengkel Jualan Liquid Narkoba, Pengedar di Nunukan Pesan di Malaysia, Ambil Barang di Perbatasan Setelah Pemasok Kirim Foto Lokasi Apresiasi Perekrutan Pemuda Dayak Sebagai TNI, DPRD Nunukan Berharap Kodim 0911 Programkan TNI Mengajar Narasi Larangan Buka Lahan dengan Membakar, ‘Arogansi Intelektual’ yang Mendiskreditkan Masyarakat Adat Dayak HUT TNI AL 81, LANAL Nunukan Perkuat Sinergy Bersama Masyarakat Pesisir Kodim 0911 Nunukan Lakukan Perekrutan Khusus Suku Dayak Untuk Calon Anggota TNI

Advertorial

Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen

badge-check


					Suasana di salah satu APMS Nunukan. Perbesar

Suasana di salah satu APMS Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Pasokan BBM untuk Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dipastikan aman dan mencukupi.

Hal tersebut, dikatakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Setkab Nunukan, Rohadiansyah.

Menyoal banyak pembelian BBM menggunakan jerigen oleh penjual bensin eceran, Rohadiansyah mengatakan penertiban tak bisa hanya dilakukan Pemkab tapi harus melibatkan pemilik APMS dan APH.

‘’Distribusi BBM untuk Nunukan aman dan mencukupi. Sesuai kuota tahun sebelumnya,’’ ujarnya, dihubungi Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, kendala distribusi untuk wilayah Nunukan, lebih pada persoalan tekhnis dan faktor alam.

Selama ini, Pertamina Tarakan, mengirimkan BBM ke Nunukan melalui lajur laut, dan berpotensi terlambat ketika cuaca buruk atau terjadi masalah pada alat transportasi.

Data yang disuguhkan Rohadiansyah, kuota BBM untuk Nunukan masih stabil dan tidak ada kenaikan harga pada kategori BBM subsidi.

Untuk Tahun 2026, pengiriman Pertalyte oleh Pertamina Tarakan sebanyak 25.599 kilo liter, Solar 12.781 kilo liter, dan minyak tanah 708 kilo liter.

‘’Tapi Pemkab Nunukan mengajukan penambahan kuota untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk yang terjadi. Data 2025, jumlah penduduk kita 227.567 jiwa. Jadi kita melihat perlu ada penambahan kuota,’’ jelasnya.

Rohadiansyah tidak membantah masih kesulitan menertibkan pembelian yang dilakukan oleh para pedagang eceran.

Sejak dulu, penjual bensin eceran di Nunukan memanfaatkan tanki motor Thunder untuk mengantre, lalu mengosongkan isinya dan kembali mengantre.

Baru baru ini, aksi mereka bahkan lebih terang terangan dengan membawa sejumlah jerigen dan memicu kontroversi di tengah masyarakat di tengah gejolak ekonomi global dan isu kenaikan banyak barang kebutuhan pokok.

‘’Sebenarnya kami sudah sering menegur pemilik APMS (Agen Penyalur Minyak dan Solar). Tapi kembali pada pemilik APMS ya,’’ kata dia.

Adapun untuk langsung menertibkan para pedagang eceran yang bolak balik mengantre di APMS, Rohadiansyah mengatakan hal tersebut tak mudah.

Selain APMS di Nunukan juga hanya buka beberapa hari saja, keberadaan bensin eceran, seringkali dicari masyarakat meski mereka harus membayar lebih mahal.

Biasanya, bensin diecer dengan harga Rp 13.000/liter atau Rp 20.000 jika menggunakan botol kemasan air mineral 1,5 liter.

‘’Untuk penertiban tak bisa Pemkab sendiri. Kita butuh APH juga. Kita coba rapatkan dan cari solusi untuk masalah ini dulu,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial