Menu

Mode Gelap
Minim Anggaran Penanganan Orang Terlantar dan ODGJ, DPRD Nunukan Bakal Upayakan Anggaran dari Pusat Seorang Mahasiswi Nunukan Penerima Beasiswa Alami Penyekapan dan Kekerasan Seksual di Makassar, Bupati Irwan Sabri Beri Atensi Khusus Angkut Ikan Lajang dari Malaysia, Kasman Dituntut Penjara 1 Tahun 2 Bulan Sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2021, DPRD Nunukan Minta APH Lakukan Pendataan Pemilik Drone Sosialisasi Perda Nunukan Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Narkoba, Tri Wahyuni : Masih Banyak Emak Emak Pakai Narkoba di Kebun Sawit Tuntutan Gua Sarang Walet yang Hilang Dijawab Laporan Polisi, Masyarakat Adat di Nunukan Tuntut Penjelasan PT NBS

Advertorial

Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

badge-check


					Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam dan guru Madrasah se-Kabupaten Nunukan yang mengusung tema ‘Cinta adalah Fondasi Membangun Karakter dan Kompetensi melalui Kurikulum Berbasis Cinta’, Sabtu (18/4/2026). Dok.Prokopim. Perbesar

Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam dan guru Madrasah se-Kabupaten Nunukan yang mengusung tema ‘Cinta adalah Fondasi Membangun Karakter dan Kompetensi melalui Kurikulum Berbasis Cinta’, Sabtu (18/4/2026). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alimuddin, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam dan guru Madrasah se-Kabupaten Nunukan yang mengusung tema ‘Cinta adalah Fondasi Membangun Karakter dan Kompetensi melalui Kurikulum Berbasis Cinta’, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Nunukan ini, berlangsung di ruang serbaguna lantai V Kantor Bupati Nunukan.

Alimuddin mengatakan, Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan, menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan sektor pendidikan.

‘’Kondisi geografis yang tersebar, keterbatasan akses transportasi di sejumlah wilayah, serta kesenjangan fasilitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan menjadi persoalan yang terus dihadapi bersama,’’ ujarnya.

‘’Selain itu, tantangan juga muncul dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,’’ imbuhnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis yang meliputi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Pemerataan akses layanan pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan dan bimbingan teknis, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama.

Dalam hal ini, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Kabupaten Nunukan.

Pendekatan ini menekankan bahwa proses pendidikan harus dilandasi oleh kasih sayang, ketulusan, kesabaran, serta penghargaan terhadap potensi setiap anak.

‘’Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan yang mampu membangun kedekatan emosional dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta bermakna,’’ lanjutnya.

Ia berharap, melalui pelatihan ini, para peserta  dapat memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mampu mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk mendorong perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial