Menu

Mode Gelap
Minta Diantar Pulang, Gadis 17 Tahun di Nunukan Jadi Korban Pemerkosaan Pemilik Bengkel Jualan Liquid Narkoba, Pengedar di Nunukan Pesan di Malaysia, Ambil Barang di Perbatasan Setelah Pemasok Kirim Foto Lokasi Apresiasi Perekrutan Pemuda Dayak Sebagai TNI, DPRD Nunukan Berharap Kodim 0911 Programkan TNI Mengajar Narasi Larangan Buka Lahan dengan Membakar, ‘Arogansi Intelektual’ yang Mendiskreditkan Masyarakat Adat Dayak HUT TNI AL 81, LANAL Nunukan Perkuat Sinergy Bersama Masyarakat Pesisir Kodim 0911 Nunukan Lakukan Perekrutan Khusus Suku Dayak Untuk Calon Anggota TNI

Advertorial

Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

badge-check


					Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam dan guru Madrasah se-Kabupaten Nunukan yang mengusung tema ‘Cinta adalah Fondasi Membangun Karakter dan Kompetensi melalui Kurikulum Berbasis Cinta’, Sabtu (18/4/2026). Dok.Prokopim. Perbesar

Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam dan guru Madrasah se-Kabupaten Nunukan yang mengusung tema ‘Cinta adalah Fondasi Membangun Karakter dan Kompetensi melalui Kurikulum Berbasis Cinta’, Sabtu (18/4/2026). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alimuddin, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam dan guru Madrasah se-Kabupaten Nunukan yang mengusung tema ‘Cinta adalah Fondasi Membangun Karakter dan Kompetensi melalui Kurikulum Berbasis Cinta’, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Nunukan ini, berlangsung di ruang serbaguna lantai V Kantor Bupati Nunukan.

Alimuddin mengatakan, Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan, menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan sektor pendidikan.

‘’Kondisi geografis yang tersebar, keterbatasan akses transportasi di sejumlah wilayah, serta kesenjangan fasilitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan menjadi persoalan yang terus dihadapi bersama,’’ ujarnya.

‘’Selain itu, tantangan juga muncul dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,’’ imbuhnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis yang meliputi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Pemerataan akses layanan pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan dan bimbingan teknis, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama.

Dalam hal ini, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Kabupaten Nunukan.

Pendekatan ini menekankan bahwa proses pendidikan harus dilandasi oleh kasih sayang, ketulusan, kesabaran, serta penghargaan terhadap potensi setiap anak.

‘’Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan yang mampu membangun kedekatan emosional dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta bermakna,’’ lanjutnya.

Ia berharap, melalui pelatihan ini, para peserta  dapat memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mampu mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk mendorong perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial