Menu

Mode Gelap
Truk Pengangkut Kelapa Sawit Oleng dan Tabrak Pembatas Jalan, Dua Buruh Perusahaan Kelapa Sawit di Nunukan Tewas Monitoring Harga TBS di PT Sampurna Sebatik, DPRD Nunukan Koordinasikan Subsidi Ongkos Angkut Kapal Feri   Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Advertorial

Bhakti Sosial, PT Pegadaian Bantu Renovasi Masjid Tertua di Nunukan Selatan

badge-check


					PT Pegadaian Cabang Nunukan, Kalimantan Utara, membantu renovasi Masjid Al Huda, yang merupakan salah satu masjid tertua di wilayah Nunukan Selatan, Kamis (4/9/2025). Dok.Pegadaian. Perbesar

PT Pegadaian Cabang Nunukan, Kalimantan Utara, membantu renovasi Masjid Al Huda, yang merupakan salah satu masjid tertua di wilayah Nunukan Selatan, Kamis (4/9/2025). Dok.Pegadaian.

NUNUKAN, infoSTI – PT Pegadaian Cabang Nunukan, Kalimantan Utara, membantu renovasi Masjid Al Huda, yang merupakan salah satu masjid tertua di wilayah Nunukan Selatan, Kamis (4/9/2025).

Masjid Nurul Huda, mengalami kerusakan di sejumlah bagian gedung, sehingga butuh biaya tak sedikit untuk melakukan perbaikan/renovasi.

‘’Kita salurkan bantuan sebagai kegiatan Bina Lingkungan/Bakti Sosial. Semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya jamaah Masjid Nurul Huda,’’ ujar Pimpinan Cabang Pegadaian Nunukan, Haslinda.

Ada beragam item bantuan yang diberikan PT Pegadaian Cabang Nunukan, diantaranya, 120 lembar seng beserta paku seng, paku biasa, 2 ember cat, sandal wudlu, karpet sajadah, keset kaki, speaker corong (megafon) dan 2 unit kipas angin turbo.

Takmir Masjid Nurul Huda, Ruslan, mengatakan, kehadiran PT Pegadaian Cabang Nunukan, menjadi angin sejuk dan bantuan tak terduga yang sangat membantu perbaikan tempat ibadah masyarakat di RT 01 dan RT 02, Jalan Ujang Dewa, Sedadap, Nunukan Selatan ini.

Ruslan menuturkan, Masjid Nurul Huda, memiliki sejarah panjang karena dianggap sebagai Masjid tertua di Nunukan Selatan.

‘’Mungkin sudah lebih 40 tahunan dibangun, sejak saya kecil Masjid sudah berdiri sampai usia saya sekarang 35 tahun,’’ kata dia.

Kerusakan atap masjid dan beberapa bagian bangunan masjid, kerap menjadi bahan pemikiran para Takmir.

Langkah untuk mekanisme hibah, baru terselesaikan sekitar lima tahun lalu, sehingga upaya perbaikan/renovasi baru bisa dilakukan setelah sekian lamanya.

Masih kata Ruslan, pemasukan uang Masjid Nurul Huda, hanya bergantung pada infaq jamaah setiap Jum’at.

‘’Kalau ada perbaikan yang butuh biaya lumayan besar, kita jalankan list (proposal bantuan) ke masyarakat. Kebetulan ada dua RT disini, RT 01 dan RT 02, dan kendala renovasi memang di biaya,’’ kata Ruslan.

Di tengah kebingungan mengumpulkan biaya, ada teman Ruslan yang meminta proposal tersebut.

Meski awalnya tidak tahu kemana proposal tersebut diberikan, pada akhirnya sejumlah pegawai Pegadaian Nunukan, datang membawa bantuan.

‘’Kita sedang pusing bagaimana memperbaiki atap, kumpul uang lagi beli bata, semen dan lainnya utuk renovasi, Alhamdulillah beban kita berkurang banyak dengan bantuan Pegadaian, kami mengucapkan banyak terima kasih, semoga digantikan Alloh dengan lebih banyak rejeki lagi,’’ kata Ruslan.

Pada dasarnya, Masjid Nurul Huda membutuhkan perluasan agar bisa menampung jamaah saat Hari Raya. Selama ini, warga selalu berpencar mencari masjid setiap Ied.

Kendati demikian, Ruslan memastikan renovasi masjid yang sedang dilakukan, tidak akan merubah keotentikan Masjid Nurul Huda.

‘’Bangunan lama kita pertahankan demi menjaga keotentikannya, menjaga sejarahnya. Renovasi meski rencananya diperluas, paling diperlebar samping sampingnya saja,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial