Menu

Mode Gelap
Lagi, Empat SPPG di Nunukan Menyusul Menghentikan Operasional MBG Akibat Anggaran Operasional dari BGN Belum Cair Kasus Investasi Bodong di Nunukan, Belasan Korban Diperiksa, Terduga Pelaku Belum Ditahan Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup, 31 Sekolah di Perbatasan Tak Lagi Terima MBG Cerita Sejumlah Korban Investasi Bodong di Nunukan, Uang Rp 75 Juta Tak Kembali, Ramai Ramai Buat Laporan Polisi Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM

Kaltara

Jerit Warga Perbatasan RI, Terancam Kekurangan Pangan Akibat Pengetatan Sempadan Malaysia

badge-check


					Ilustrasi : Pemeriksaan mobil Malaysia yang masuk ke Krayan di Pos Satgas Pamtas RI - Malaysia, Long Midang, Krayan, Perbesar

Ilustrasi : Pemeriksaan mobil Malaysia yang masuk ke Krayan di Pos Satgas Pamtas RI - Malaysia, Long Midang, Krayan,

NUNUKAN, infoSTI – Musibah banjir di dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, baru saja berlalu.

Namun ancaman musibah, terus saja menghantui.

Terbaru, kebijakan pengetatan sempadan Malaysia, di wilayah Bakelalan, berimbas pada kelangkaan Sembako, khususnya untuk masyarakat Krayan Selatan.

“Beberapa hari ini, Krayan Selatan mengalami kelangkaan stok Sembako. Ada pengetatan Sempadan (perbatasan) oleh Polis, sehingga persediaan Sembako kita, mungkin hanya cukup seminggu ke depan. Musibah lain bagi Krayan,” ujar Camat Krayan Selatan, Oktafianus Ramli, dihubungi, Minggu (9/2/2025).

Biasanya, kebijakan di perbatasan diketahui warga setempat dan menyebar dengan cepat.

Namun kali ini, alasan penjagaan ketat di perbatasan Krayan – Bakelalan, Malaysia, tidak diketahui pasti.

“Alasannya belum pasti kami. Dengar dengar terkait insiden penembakan WNI di perairan Tanjung Rhu, Banting, Selangor, Malaysia pada Januari lalu,” kata Oktafianus.

Oktafianus menuturkan, mayoritas barang barang di Krayan, semua dipasok dari Malaysia.

Dengan berlakunya pengetatan sempadan, tidak hanya Krayan Selatan yang akan mengalami kelangkaan Sembako, tapi 5 Kecamatan Krayan.

“Kemarin ada 17 mobil dikembalikan ke Lawas. Malaysia tidak ijinkan membawa barang ke Indonesia,” tuturnya.

“Yang boleh dibawa masuk Indonesia itu, hanya barang barang yang mendapat declare atau surat pengantar resmi dari Indonesia,” jelasnya.

Ia melanjutkan, saat ini, harga Sembako di Krayan sudah mulai naik.

Gula pasir, contohnya, yang biasanya dijual Rp 23.000/kg, kini dibanderol Rp 28.000 sampai Rp.30.000.

“Yang naik betul itu LPG 14 kg Petronas itu. Biasa kita bisa dapat Rp 250.000an, sekarang harganya Rp 500.000,” urainya.

Oktafianus berharap, kondisi Krayan menjadi perhatian pemerintah.

Kebutuhan Krayan, sampai hari ini, masih sangat bergantung dengan Malaysia.

Masyarakat Krayan juga belum tahu sampai kapan pengetatan sempadan, akan diberlakukan.

“Kita kemarin sudah sempat bersurat ke Pemerintah Daerah saat terjadi bencana banjir. Kami harap itu bisa jadi dasar mempercepat bantuan dan mengantisipasi kelangkaan Sembako di Krayan secepatnya,” kata Oktafianus.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara