Menu

Mode Gelap
Atasi Over Crowding Lapas Nunukan, Kakanwil Ditjenpas Kaltim Dorong Penerapan Pidana Kerja Sosial Tipu Pembeli Freezer, Eks Karyawan Toko Barang Elektronik di Nunukan Dibekuk di Seimanggaris Fasilitasi Keberangkatan 5 CPMI Ilegal Demi Rp 500.000, Seorang Supir Angkot di Nunukan Diamankan dengan Ancaman Pasal TPPO Dua Pria Dewasa Pelaku Penganiayaan Anak SMP di Nunukan Diamankan, Mengaku Dibawah Pengaruh Miras Pesan Menohok Kanwil Dirjen Pemasyarakatan Kaltim Bagi Sipir Penjara dan Wartawan Stok Minyak Goreng Menipis Saat Harga Melonjak Naik, Pemkab Nunukan Ajukan Permohonan Kuota Minyak Curah

Advertorial

Sinergytas Program Kunci Utama Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan

badge-check


					Seminar Nasional Pembangunan Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara Tahun 2024. Perbesar

Seminar Nasional Pembangunan Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara Tahun 2024.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Koordinasi dan sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah dalam merencanakan pembangunan, merupakan kunci penting akan suksesnya pembangunan di wilayah perbatasan.

Hal ini, disampaikan Pjs. Gubernur Kaltara, Togap Simangunsong ketika membuka acara “Seminar Nasional Pembangunan Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara Tahun 2024” di Ruang Serbaguna, lantai 1 Gedung Gadis, Selasa (12/11/2024).

Togap menyambut baik acara seminar yang mengusung tema “Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara Melalui Sinergi dan Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045”.

“Diharapkan kolaborasi bersama meningkatkan sinergitas dan menganalisa permasalahan pembangunan di kawasan perbatasan. Serta meneguhkan kembali posisi, kewenangan, tugas, fungsi dan komitmen para pemangku kepentingan dalam membangun kawasan perbatasan Kaltara sebagai Beranda Terdepan NKRI,” katanya.

Provinsi Kaltara berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, memiliki posisi strategis baik secara geografis, ekonomi, maupun keamanan. Namun mengalami keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas yang lebih rendah dibanding wilayah lain.

Togap menjelaskan terisolasinya daerah perbatasan karena tidak ada akses jalan yang memadai, yang mengakibatkan sulitnya perputaran ekonomi masyarakat terutama barang kebutuhan pokok menjadi langka dan mahal.

“Banyak masyarakat lebih memilih berbelanja kebutuhan hidup ke negara tetangga Malaysia karena akses mudah dan harga terjangkau,” ucapnya.

Pengelolaan perbatasan perlu mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat yang memiliki kewenangan pengelolaan dan pembangunan perbatasan, serta perencanaan dan alokasi dana pembangunan perbatasan dialokasikan oleh pemerintah pusat.

Selain menjalin sinergi dengan pemerintah pusat, ia mengatakan jajaran pemerintah provinsi juga harus berkoordinasi secara baik dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan program pembangunan berjalan dengan efektif.

“Seminar ini menjadi sebuah media interaktif dan inovatif dalam rangka sinkronisasi dan sinergitas, sekaligus diseminasi informasi tentang arah kebijakan pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan di provinsi Kaltara,” pungkasnya. (ADV).

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial