Menu

Mode Gelap
Pesan Menohok Kanwil Dirjen Pemasyarakatan Kaltim Bagi Sipir Penjara dan Wartawan Stok Minyak Goreng Menipis Saat Harga Melonjak Naik, Pemkab Nunukan Ajukan Permohonan Kuota Minyak Curah 138 Calhaj Nunukan Diberangkatkan 4 Mei 2026, Jalur Penerbangan Melewati Samudera Hindia, Jam Penerbangan Bertambah 3 Jam Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Bimtek E-Purchasing Bagi Pejabat PPK dan PP,  Pemkab Nunukan Ingin SDM Mumpuni Untuk Menjamin Kualitas Pengadaan

Advertorial

Lomba Kebaya Ibu dan Anak di Hari Kartini, Edukasi Emansipasi Sejak Dini

badge-check


					Penampilan Bunda PAUD , Nyonya Andi Annisa Mutia Irwan saat mengikuti Lomba Busana dan Wastra Nusantara dalam peringatan Hari Kartini 2026. Dok Prokopim. Perbesar

Penampilan Bunda PAUD , Nyonya Andi Annisa Mutia Irwan saat mengikuti Lomba Busana dan Wastra Nusantara dalam peringatan Hari Kartini 2026. Dok Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI  —Lomba Busana Kebaya dan Wastra Nusantara kategori ibu dan anak PAUD, dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 tahun 2026, digelar di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (21/04/2026).

Sebanyak 31 pasang ibu dan anak, mengikuti lomba yang mengusung tema ‘Berkarakter dan Berbudaya Menuju Indonesia Emas’ ini.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Pj Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, Hari Kartini merupakan momen penting untuk mengingat perjuangan sebuah emansipasi yang disuarakan Raden Ajeng Kartini, sekaligus memperkuat peran ibu, dalam mendidik anaknya.

“Ibu adalah pendidik pertama bagi anak. Dari ibu, anak belajar nilai kehidupan, sopan santun, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya.

Lomba kebaya dan wastra Nusantara ini bukan hanya sekadar ajang penampilan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai budaya sejak usia dini.

‘’Hal ini penting agar anak-anak tetap mengenal dan mencintai budaya sendiri di tengah perkembangan zaman,’’ imbuhnya.

Puluhan peserta tampil memukau dengan balutan kebaya yang dipadukan dengan berbagai wastra Nusantara seperti batik, tenun, dan songket.

Kekompakan ibu dan anak menjadi daya tarik utama dalam lomba ini.

Penilaian meliputi keserasian busana, kekompakan, ekspresi, serta kepercayaan diri saat tampil. Suasana semakin semarak dengan dukungan dan sorakan penonton, terutama saat anak-anak tampil penuh percaya diri.

Ketua Panitia Nurlatifahani, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan tahun 2026.

Tema yang diangkat mencerminkan harapan untuk mencetak generasi yang berkarakter kuat dan tetap menjunjung tinggi budaya bangsa.

” Momentum Hari Kartini kami pilih dengan harapan, kegiatan ini bisa menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan dan mengenang sosok pejuang emansipasi wanita indonesia yang terkenal dengan kecerdasannya,berani dan berbudaya,sehingga diharapkan nilai-nilai keteladanan Raden Ajeng Kartini dapat ditanamkan sejak dini”. jelasnya

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan, menyampaikan rasa bangga atas antusiasme peserta.

Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap kebaya dan wastra Nusantara serta mempererat hubungan antara ibu dan anak.

” Tunjukkan Keindahan busana nusantara dengan penuh percaya diri, dan jadikan momen ini sebagai kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh ibu dan anak, dan oleh kita semua yang hadir disini,’’ katanya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Susanti Hermanus, selaku Penasehat Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan.

Di akhir kegiatan, panitia menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial