NUNUKAN, infoSTI – Jagat maya di Nunukan, Kalimantan Utara sempat dihebohkan dengan beredarnya status facebook Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, yang menuliskan undangan terbuka terhadap Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama.
Status tersebut langsung menjadi sorotan masyarakat dan membuka tabir adanya konflik antara keduanya.
Kedatangan dan kepergian Andre dari ruang Hermanus di Pemda Nunukan yang tanpa undangan saat ada rapat pembahasan penanggulangan bencana di Krayan Selatan pada Jumat (31/7/2026) lalu, disebut mirip hantu.
Hermanus kemudian menulis surat terbuka di Medsos, mengundang Andre Pratama untuk datang ke ruangannya pada Senin (3/7/2026).
“Saya mohon maaf harus mengundang melalui media sosial, karena saya tidak menemukan mekanisme yang memiliki dasar hukum untuk menyampaikan undangan tersebut,” ujar Hermanus memberikan klarifikasi melalui pesan tertulis, pasca pertemuan berlangsung.
Hermanus juga menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD melalui landasan hukum yang jelas.
Menurutnya, hubungan eksekutif dan legislatif perlu memiliki legal standing, agar tata kelola pemerintahan berjalan lebih baik.
SOP tersebut akan menjadi dasar hukum sekaligus menjaga komunikasi kelembagaan antara kepala daerah dan unsur pimpinan DPRD.
Terlebih, Pemerintah Kabupaten Nunukan saat ini tengah menjalani evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) serta penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimana kedua instrumen tersebut menitikberatkan pada kualitas tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi.
‘’Perlu adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur hubungan dan komunikasi antara pemerintah daerah dan DPRD,’’ kata Hermanus lagi.
Sebagai Wakil Bupati, lanjutnya, dirinya berfokus membantu Bupati dalam menjalankan visi dan misi daerah.
“Seluruh OPD harus kompak, membangun loyalitas, dan tidak terkotak-kotak dalam berbagai faksi. Fokus kita adalah menyukseskan program pemerintah untuk masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Andre Pratama juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya yang sempat menjadi perhatian publik.
‘’Keinginan saya saat itu, semata-mata untuk bersilaturahmi karena sudah lama tidak bertemu dengan Bapak Wakil Bupati Hermanus,’’ kata Andre.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan diharap semakin memperkuat komunikasi serta sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Nunukan.
Hadir dalam momen tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, para asisten Setda, Kepala Kesbangpol, Kasatpol PP, Sekretariat DPRD, Inspektorat, dan Bagian Organisasi Setda Nunukan.











