Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Irwan Sabri, Apresiasi Penempatan PIMPASA di Empat Desa Rawan TPPO dan TPPM Dua Minggu Lebih Ditampung Dinas Sosial Nunukan, Orang Terlantar yang Mengaku ‘Sultan’ Akhirnya Meninggal Dunia Kolaborasi Pemda Nunukan dan BTNKM, Perkuat Sinergi Kelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Hasil Reses DPRD Selalu Menjadi Prioritas Dalam Akselerasi Pembangunan Fisik dan SDM Sekda Nunukan Beri Penjelasan Rinci Turunnya Pendapatan Daerah Kepada Fraksi Gerindera Mekanisme Mutasi Pejabat Diprotes Fraksi Demokrat, Begini Penjelasan Pemkab Nunukan

Advertorial

SLB Nunukan Masih Kekurangan Guru, Fasilitas Gedung Masih Butuh Banyak Perbaikan

badge-check


					Anggota DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam (kemeja biru) saat berkunjung dan meninjau kondisi Gedung SLB Nunukan di Gang Limau, Nunukan Selatan. Dok.Andi Fajrul Syam. Perbesar

Anggota DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam (kemeja biru) saat berkunjung dan meninjau kondisi Gedung SLB Nunukan di Gang Limau, Nunukan Selatan. Dok.Andi Fajrul Syam.

NUNUKAN, infoSTI – Anggota DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, Andi Fajrul Syam, berpendapat perlunya pemerintah mengarahkan perhatian khusus pada Sarana Prasarana Sekolah Luar Biasa (SLB) yang baru dibangun di Gang Limau, Nunukan Selatan.

Hal tersebut ia kemukakan pasca melakukan kunjungan ke Gedung SLB Nunukan, Selasa (28/7/2026).

‘’Kondisi jalanan menuju SLB becek dan banyak genangan. Ini tentu kurang ideal untuk anak anak kita yang berkebutuhkan khusus,’’ ujarnya.

Ada sekitar 250 – 300 meter jalan di SLB Nunukan yang perlu ditangani dan dibangun, demi memudahkan jalan bagi anak anak yang memiliki kebutuhan khusus di sekolah tersebut.

Politisi muda Nasdem ini menjelaskan, pendekatan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tentu tak bisa disamakan dengan anak anak normal secara fisik lainnya.

Butuh metode lebih khusus, dengan guru yang juga khusus. Guru SLB tentu sudah dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan pembelajaran yang sesuai dan efektif bagi setiap siswa.

‘’Tapi kebutuhan guru di SLB Nunukan ini juga masih sangat kurang. Perlu penambahan sekitar 18 orang guru agar mencapai rasio mengajar SD 1 berbanding lima, dan rasio SMP dan SMA 1 berbanding 8,’’ kata Fajrul lagi.

Fajrul menambahkan, SLB hendaknya selalu melibatkan orang tua atau wali murid dalam mendukung perkembangan anak. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga, menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pertumbuhan anak.

Dengan membangun kedekatan dan empati dengan anak berkebutuhan khusus, SLB menjadi lebih dari sekadar tempat pendidikan.

SLB menjadi rumah kedua bagi anak-anak tersebut di mana mereka merasa diterima, dipahami, dan didukung sepenuhnya dalam perkembangan mereka.

‘’Saya sudah kabari Gubernur agar meninjau SLB Nunukan. Saya juga sampaikan keluhan guru bahwa anak anak belum mendapat jatah MBG,’’ imbuhnya.

Ia kembali menegaskan, SLB sangat penting diperhatikan karena menjadi pilar utama tumbuh kembang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

‘’Perhatian harus menyeluruh, mencakup menyamanan fasilitas belajar mengajar, peningkatan kesejahteraan guru dan staf, serta pemenuhan kurikulum adaptif dan fasilitas ruang terapi pendukung,’’ kata dia. (Dzulviqor).

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial