Menu ✖

Mode Gelap
Kejagung Mulai Periksa Eks Bupati Nunukan AL Sebagai Saksi Perkara Dugaan Pidana Korupsi PT CCM Pondok Produksi Tebu di Krayan Timur Ludes Terbakar, Penghasilan Warga Ikut Terdampak Lahan Sawit Seluas 3 Hektare di Pedalaman Nunukan Terbakar, Berhasil Padam Setelah 4 Jam Bakar Semangat Atlet yang Akan Berlaga di Porprov Kaltara, Irwan Sabri Janjikan Bonus Bagi Sang Juara Ketua KONI Optimis Atlet Nunukan Raih Juara Umum di Porprov Kaltara 2026 Saat Kapolres Nunukan Meminta Wartawan Mencoba Menelfon Layanan Darurat 110

Nunukan

Hujan Lebat Semalam Suntuk di Nunukan, Sejumlah Fasum Rusak, Hewan Ternak Hanyut

badge-check


					Petugas BPBD Nunukan sedang menyingkirkan sampah di salah satu jembatan kayu agar aliran air bisa lancar. Dok.BPBD Nunukan. Perbesar

Petugas BPBD Nunukan sedang menyingkirkan sampah di salah satu jembatan kayu agar aliran air bisa lancar. Dok.BPBD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Hujan lebat disertai angin lebat dan sambaran petir yang terjadi Senin (3/8/2026) dini hari, mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kebanjiran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat, terdapat lima wilayah yang mengalami banjir besar, masing masing, Pasar Baru, Sei Bilal, Lumba Lumba, Sei Sembilan dan Fatahilah.

Banjir juga terjadi di Pulau Sebatik dan sejumlah daerah lain.

“Sementara masih pendataan. Kami bersama Kalak BPBD memantau wilayah wilayah terdampak yang rata rata di areal sungai,” ujar Kasubid Informasi BPBD Nunukan, Mochammad Hidayat, melalui pesan tertulis.

Jalan longsor di areal TPA lama, menjadi salah satu lokasi yang terdampak banjir, Senin (3/8/2026). Dok.BPBD Nunukan.

Banjir yang terjadi, memiliki dampak merusak yang tak ringan. Terpantau sejumlah rumah di areal sungai dan pesisir rusak dan tergenang.

Jembatan penyeberangan motor rusak parah, bahkan terjadi juga tanah longsor.

“Di Sei Fatimah, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah mengalami longsor,” jelas Hidayat.

Saat ini, jalan utama menuju RSUD Nunukan juga mengalami kerusakan sebagian, dan menjadi hal urgen yang harus segera dipulihkan.

“Ada tiga ekor sapi hanyut, dan potensi longsor susulan masih menjadi perhatian,” kata Hidayat.

Saat ini, BPBD Nunukan terus melakukan pendataan wilayah dan korban yang terdampak bencana tersebut.

“BPBD juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan