Menu

Mode Gelap
Diterpa Angin Kencang, Sekitar 12 Atap Bangunan di Pedalaman Sebuku Porak Poranda, Termasuk Gedung SMP HUT RI 81, Bendera Dayak Borneo Dikibarkan di Jalanan Rusak di Pelosok RI – Malaysia di Dataran Tinggi Krayan Cerita Imam Yusuf Napi Penerima RU II di HUT RI 81, Salah Jalan Karena Kecanduan Game Online, Menitip Pesan Bagi Para Gamer Sebanyak 967 WBP Lapas Nunukan Terima Remisi HUT RI 81, 13 Orang Langsung Bebas Respon Pernyataan Warga Perbatasan Tak Mau Rayakan Kemerdekaan, Bupati Nunukan Rayakan HUT RI 81 di Krayan Cerita Edy Santri, Warga Nunukan yang Setiap Tahun Sisihkan Uang Untuk Beli Bendera Merah Putih dan Dibagikan ke Masyarakat

Nunukan

Hujan Lebat Semalam Suntuk di Nunukan, Sejumlah Fasum Rusak, Hewan Ternak Hanyut

badge-check


					Petugas BPBD Nunukan sedang menyingkirkan sampah di salah satu jembatan kayu agar aliran air bisa lancar. Dok.BPBD Nunukan. Perbesar

Petugas BPBD Nunukan sedang menyingkirkan sampah di salah satu jembatan kayu agar aliran air bisa lancar. Dok.BPBD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Hujan lebat disertai angin lebat dan sambaran petir yang terjadi Senin (3/8/2026) dini hari, mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kebanjiran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat, terdapat lima wilayah yang mengalami banjir besar, masing masing, Pasar Baru, Sei Bilal, Lumba Lumba, Sei Sembilan dan Fatahilah.

Banjir juga terjadi di Pulau Sebatik dan sejumlah daerah lain.

“Sementara masih pendataan. Kami bersama Kalak BPBD memantau wilayah wilayah terdampak yang rata rata di areal sungai,” ujar Kasubid Informasi BPBD Nunukan, Mochammad Hidayat, melalui pesan tertulis.

Jalan longsor di areal TPA lama, menjadi salah satu lokasi yang terdampak banjir, Senin (3/8/2026). Dok.BPBD Nunukan.

Banjir yang terjadi, memiliki dampak merusak yang tak ringan. Terpantau sejumlah rumah di areal sungai dan pesisir rusak dan tergenang.

Jembatan penyeberangan motor rusak parah, bahkan terjadi juga tanah longsor.

“Di Sei Fatimah, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah mengalami longsor,” jelas Hidayat.

Saat ini, jalan utama menuju RSUD Nunukan juga mengalami kerusakan sebagian, dan menjadi hal urgen yang harus segera dipulihkan.

“Ada tiga ekor sapi hanyut, dan potensi longsor susulan masih menjadi perhatian,” kata Hidayat.

Saat ini, BPBD Nunukan terus melakukan pendataan wilayah dan korban yang terdampak bencana tersebut.

“BPBD juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan