Menu

Mode Gelap
Harap Harap Cemas Kopdes Merah Putih di Nunukan, Menunggu Datangnya Calon Manager Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas Dimutasi Ke Polres Tarakan, Digantikan AKBP Ruslaeni Aksi Damai Warga Dayak Nunukan di Gedung DPRD, Tagih Janji Pembentukan Pansus, Tuntut Pembebasan Tokoh Adat yang ‘Dikriminalisasi’   Diterjang Angin Puting Beliung, Enam Bangunan Warga di Areal Jalan Lingkar Rusak Parah Remaja Korban Broken Home di Nunukan, Candu Game Online, Seminggu Tak Tidur, Kamar Didobrak Satpol PP Curi Sepeda Motor di Parkiran Masjid, Joker dan Pacci Diamankan Polisi

Nunukan

Harap Harap Cemas Kopdes Merah Putih di Nunukan, Menunggu Datangnya Calon Manager

badge-check


					Kades Srinanti, Kecamatan Seimanggaris, Rusmini Hakim, Perbesar

Kades Srinanti, Kecamatan Seimanggaris, Rusmini Hakim,

NUNUKAN, infoSTI – Rencana Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang akan dipimpin para Calon Manager yang saat ini masih mengikuti Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad), menimbulkan kekhawatiran dan was was bagi para pengurus Kopdes yang telahterbentuk 2025 lalu.

Mereka bertanya tanya, ketika Pemerintah Pusat menunjuk Manager Kopdes, apakah struktur kepengurusan Kopdes lama juga ikut berubah.

Begitu juga dengan usaha Kopdes yang selama ini mereka jaga dengan keringat dan semangat kebersamaan. Apakah harus terhenti dan berganti produk lain.

Di Kopdes Srinanti yang ada di Kecamatan Seimanggaris, Nunukan, Kalimantan Utara misalnya, Kopdes yang didirikan Juli 2025, ini akan genap berusia 1 tahun pada Juli 2026 nanti.

Kopdes ini, memiliki anggota sebanyak 103 orang. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, mereka bersepakat untuk membayar iuran wajib Rp 500.000 dan iuran Rp 50.000 perbulan untuk modal berjalannya Kopdes.

Kepala Desa Srinanti, Rusmini Hakim menuturkan, dengan uang urunan, Kopdes Srinanti mampu menjalin kemitraan dengan para pengusaha pupuk, Sembako dan BBM.

Banyaknya perusahaan kayu dan perkebunan kelapa sawit di wilayah ini, menjadi konsumen utama yang terus menjamin keberlangsungan koperasi.

‘’Kami hanya membayangkan, bagaimana seandainya yang diutus ke Kopdes Srinanti adalah orang yang tak faham kearifan lokal yang berjalan di perbatasan RI – Malaysia,’’ ujarnya, menuturkan kekhawatirannya, Senin (29/6/2026).

Di wilayah perbatasan RI – Malaysia, butuh koneksi dan pemahaman kultur budaya dan pendekatan yang unik agar urusan seperti perdagangan tradisional bisa lancar dan saling menguntungkan.

Keputusan 103 pengurus Kopdes Srinanti untuk menggandeng para pengusaha BBM, pupuk maupun Sembako dan menanamkan modal kepada mereka ketimbang menyimpannya di Bank, juga butuh sebuah negosiasi dan hubungan imbal balik yang sepadan.

‘’Berita Kopdes yang hanya menjual produk kemasan, sementara kita bergerak di bidang pupuk, Sembako dan BBM yang sesuai kebutuhan daerah, juga menjadi pemikiran kami,’’ imbuhnya.

Saat ini, bangunan Kopdes Merah Putih di Seimanggaris sudah terbangun setengah jadi. Pemerintah Pusat juga memerintahkan permodalan mengambil anggaran Dana Desa sebesar Rp 600 juta sampai Rp 700 jutaan.

Belum lagi menyoal struktur kepengurusan Kopdes Srinanti yang sudah kompak dan berimbas pada perekonomian masyarakat pelosok, apakah nantinya bakal mengalami perubahan, juga menjadi ganjalan.

Bagaimana tidak, Kepala Desa sudah diminta melakukan perekrutan bagi 6 personel Kopdes, terdiri staff, asisten dan bagian administrasi. Serta 11 orang untuk kegiatan pergudangan dan sirkulasi perdagangan.

‘’Sejauh ini saya masih menunggu juknis dan regulasinya. Takutnya nanti saya open rekruitmen terus regulasi berubah, kasihan masyarakat kecewa,’’ tuturnya.

Rusmini menegaskan, menjelang setahun usia Kopdes Srinanti, 103 pengurus Kopdes melakukan Rapat Akhir Tahunan (RAT), dan meraih keuntungan Sisa Hasil Usaha (SHU).

Perjuangan para pengurus Kopdes menjalin hubungan dengan pengusaha Nunukan dan Malinau, mulai menunjukkan progress positif dan berimbas pada masyarakat sekitar.

Di wilayah perbatasan negara dengan segala hal serba terbatas, masyarakat Desa Srinanti tetap berdaya dengan ketersediaan BBM. Mereka tak perlu membeli dari lokasi yang jauh dengan harga tak tentu.

Pupuk yang selalu tersedia, serta aneka Sembako yang diperoleh dengan mudah, dianggap sebuah kemewahan dan ukuran bagi kesejahteraan desa di pelosok negeri.

Bagaimana tidak, semua barang kebutuhan di Seimanggaris, didatangkan melalui jalur darat dari Kabupaten Malinau, dan lajur laut dari Kabupaten Kota Nunukan.

Harga yang diterapkan, tentu sedikit lebih mahal ketimbang daerah lain. Namun asal barang tersedia, masyarakat sudah sangat bersyukur.

‘’Meski kami harap harap cemas dengan adanya Manager Kopdes yang ditugaskan memimpin, bagaimanapun kita tetap patuhi instruksi Presiden. Kami berharap kondisi ini jadi pertimbangan dan perbandingan saja,’’ kata Rusmini.

Untuk diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto sedang memberlakukan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) kepada calon manager Kopdes Merah Putih.

Agenda tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kepemimpinan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan bagi semua calon manager Kopdes dimana seluruh rangkaian pelatihan tersebut menjadi salah satu persyaratan sebelum para peserta menjalankan tugasnya.

Ada sekitar 35.476 orang yang mengikuti pelatihan Komcad selama 45 hari di 67 satuan TNI yang tersebar di seluruh Indonesia. Dimulai pada 17 Juni hingga 31 Juli 2026.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan