Menu

Mode Gelap
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Tas Hitam di Pulau Sebatik Bupati Nunukan Pastikan Prioritas Pembangunan Jalan Krayan, Dibangun Dengan Skema Multiyears Untuk Periode 2027–2029 Operasi Narkoba di Sebatik Barat, Polisi Amankan 4 Pemain Sabu Sabu, Sita 33 Paket Hemat Siap Edar Harga Rumput Laut Nunukan Mencapai Rp 31.000/Kg, Upah Pengikat Bibit Naik, Jumlah Produksi Ikut Terdongkrak Sudah 8 Bulan Kasus Dugaan Korupsi Koperasi PNS Nunukan Belum Masuk Persidangan, Polisi : Bakal Ada ASN Jadi Tersangka Baru Diterpa Angin Kencang, Sekitar 12 Atap Bangunan di Pedalaman Sebuku Porak Poranda, Termasuk Gedung SMP

Kaltara

Ringgit Menguat, Kedatangan Wisatawan Malaysia ke Nunukan Melonjak Dua Kali Lipat

badge-check


					Pelayanan kedatangan dan keberangkatan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tunon Taka Nunukan. Dok.Imigrasi Nunukan. Perbesar

Pelayanan kedatangan dan keberangkatan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tunon Taka Nunukan. Dok.Imigrasi Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Menguatnya mata uang Ringgit Malaysia, berimbas pada kedatangan wisatawan asal Tawau, Malaysia ke Nunukan, Kalimantan Utara.

Imigrasi Nunukan mencatat, terjadi lonjakan tajam, pasca nilai tukar Ringgit mencapai angka Rp 4.500/RM 1.

Kasi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Nunukan, Donly Siahaan mengatakan, terjadi peningkatan kedatangan WNA Malaysia yang sangat drastis pada Mei 2026.

‘’Lonjakan lebih dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya. Dari 1.007 orang pada April 2026 menjadi 2.286 di Mei 2026, dari sisi kedatangan WNA Malaysia di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Senin (8/6/2026).

Donly mengatakan, masuknya para WN Malaysia ke Nunukan, masih didominasi pada kunjungan keluarga dan sebatas liburan dan belanja.

Mayoritas masyarakat Kabupaten Nunukan, memiliki sebuah hubungan emosional dan perdagangan tradisional yang masih berlangsung hingga saat ini.

Selain jumlah kedatangan wisatawan Malaysia yang meningkat, menguatnya Ringgit juga membuat sejumlah harga Sembako Malaysia turut mengalami kenaikan harga.

Untuk diketahui, Kabupaten Nunukan, masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap Sembako dan barang kebutuhan dari Malaysia.

Merujuk data Dinas Perdagangan Nunukan, harga gula pasir Malaysia dibanderol Rp 17.000/Kg, atau naik Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 15.000.

Minyak goreng yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 17.000/liter, menjadi Rp 21.000 – Rp 22.000/liternya.

Tong gas LPG Malaysia 14 Kg yang biasanya bisa didapat dengan harga Rp 230.000/tong, kini menjadi Rp 260.000/tong.

Beras medium ukuran 10 Kg yang biasanya dijual Rp 110.000- Rp 120.000/karung, naik menjadi Rp 130.000/karung.

Kenaikan Ringgit atau melemahnya nilai Rupiah, sudah terjadi sejak awal tahun, dimana sebelumnya, nilai Rupiah masih berada di kurs Rp 3.500/RM 1.

Jika jumlah kunjungan WNA Malaysia naik, lain halnya dengan mobilitas keberangkatan WNI dari Nunukan ke Tawau.

Dalam rentang lima bulan pertama Tahun 2026, Imigrasi Nunukan mencatatkan suasana keberangkatan WNI yang statis.

‘’Lima bulan pertama 2026, menunjukkan sifat yang fluktuatif namun berada dalam batas kedatangan/keberangkatan regular yang dinamis. Berkisar di angka 5.000 hingga 6.900 penumpang perbulan,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara