Menu

Mode Gelap
Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM Candu Narkoba, Dua Warga Pulau Sebatik Nekat Menjadi Ninja Sawit Gereja Katolik Santo Yosep di Pedalaman Nunukan Habis Terbakar Pengiriman MBG Sering Terlambat Saat Musim Hujan, Guru di Pulau Sebatik Minta SPPG Perbaiki Jalan   Persiapkan Petugas Sensus, BPS Nunukan Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

Advertorial

Apel gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan, KPPBC Nunukan Perkuat Sinergytas Bersama APH Perbatasan RI – Malaysia

badge-check


					Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Pemberantasan Penyelundupan di wilayah Kabupaten Nunukan, yang dinisiasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, di Mako LANAL Nunukan, Senin (27/04/2026). Dok.Prokopim. Perbesar

Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Pemberantasan Penyelundupan di wilayah Kabupaten Nunukan, yang dinisiasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, di Mako LANAL Nunukan, Senin (27/04/2026). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Penjabat sekertaris Daerah kabupaten Nunukan Drs. Raden Iwan Kurniawan, menghadiri Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Pemberantasan Penyelundupan di wilayah Kabupaten Nunukan, yang diinisiasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, di Mako LANAL Nunukan, Senin (27/04/2026).

Apel gelar pasukan,  diikuti TNI, Polri, Bea dan Cukai serta unsur Forkopimda Nunukan.

Kepala Kantor KPPBC Nunukan, Rommy Heryadi mengatakan, apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam rangka menghadapi tantangan nyata di wilayah perbatasan, khususnya ancaman penyelundupan yang masih kerap terjadi di Kabupaten Nunukan sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Entah itu penyelundupan elektronik dan gadget, pakaian dan tekstil, barang konsumsi dan minuman, rokok dan produk tembakau, obat-obatan dan kosmetik, sparepart dan kendaraan bermotor, serta barang lain yang masuk kategori larangan dan terbatas/Lartas.

Ia menegaskan, sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan.

‘’Tidak ada satu instansi pun yang mampu bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas permasalahan penyelundupan. Oleh karena itu, kolaborasi antara Bea Cukai, TNI – POLRI serta instansi terkait lainnya, harus terus diperkuat dan ditingkatkan,’’ ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa penyelundupan dapat merugikan keuangan negara melalui hilangnya potensi penerimaan pajak juga merusak stabilitas ekonomi.

Penyelundupan juga dapat melemahkan kedaulatan negara dan menciptakan celah bagi berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang lebih besar

‘’Pemerintah Republik Indonesia melalui program prioritas Presiden telah menaruh perhatian besar terhadap pengamanan wilayah perbatasan, termasuk di Kalimantan Utara,’’ ucapnya.

Penguatan pengawasan, peningkatan infrastruktur keamanan, serta optimalisasi peran aparat di lapangan, menjadi bagian penting dari upaya nasional dalam menjaga wilayah perbatasan dari berbaga ancaman, termasuk penyelundupan.

“Kita sebagai pelaksana di daerah memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam tindakan nyata di lapangan. Harus secara aktif dan konsisten melakukan penindakan terhadap segala bentuk kegiatan penyelundupan, khususnya yang melalui wilayah Kabupaten Nunukan”, imbuhnya.

Rommy mengajak segenap peserta apel untuk memastikan bahwa koordinasi berjalan efektif, pertukaran informasi berlangsung cepat dan akurat, serta pelaksanaan tugas di lapangan dilakukan secara terpadu dan profesional.

Tidak boleh ada ruang bagi pelaku penyelundupan. Setiap pelanggaran, harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ia berpesan kepada seluruh peserta apel, untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

‘’Tingkatkan kewaspadaan di setiap lini, jangan lengah terhadap setiap potensi ancaman yang ada, Jadikan sinergi sebagai kekuatan utama, integritas sebagai landasan, dan keberanian sebagai semangat dalam menegakkan hukum,’’

‘’Kita semua adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras kita bersama,’’ tutupnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial