Menu

Mode Gelap
Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM Candu Narkoba, Dua Warga Pulau Sebatik Nekat Menjadi Ninja Sawit Gereja Katolik Santo Yosep di Pedalaman Nunukan Habis Terbakar Pengiriman MBG Sering Terlambat Saat Musim Hujan, Guru di Pulau Sebatik Minta SPPG Perbaiki Jalan   Persiapkan Petugas Sensus, BPS Nunukan Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

Advertorial

Apel HKB 2026, Nunukan Perkuat Sinergy Untuk Menjadi Tangguh Hadapi Bencana

badge-check


					Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di halaman Kantor BPBD Nunukan, Senin (27/4/2026). Dok.Prokopim. Perbesar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di halaman Kantor BPBD Nunukan, Senin (27/4/2026). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di halaman Kantor BPBD Nunukan, Senin (27/4/2026).

Upacara, dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Amin, sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara, unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, para Camat, Lurah, Kades, relawan dari Tagana, PMI, dan Pramuka.

Bupati Nunukan, Irwan Sabri melalui amanah yang dibacakan Muhammad Amin menyampaikan, apel ini merupakan wujud komitmen dan kesiapan bersama dalam menghadapi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Nunukan memiliki wilayah yang luas dengan hutan dan lahan yang harus kita jaga bersama. Jika terjadi kebakaran, dampaknya tidak hanya dirasakan di daerah kita, tetapi juga bisa sampai ke negara tetangga,” ujarnya.

 

Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Nunukan mencatat 11 titik hotspot. Beberapa wilayah yang rawan karhutla antara lain Kecamatan Sebuku, Sembakung, Lumbis, dan Krayan.

Penyebab utama masih didominasi oleh kelalaian manusia, seperti membuka lahan dengan cara membakar.

Memasuki musim kemarau tahun 2026, potensi kebakaran masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan langkah pencegahan.

Amanah tersebut juga menegaskan beberapa langkah penting, di antaranya meningkatkan patroli dan deteksi dini di wilayah rawan, menghentikan praktik pembakaran lahan, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran.

‘’Kerja sama antar instansi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Semua pihak diharapkan saling bersinergi dan segera melaporkan jika terjadi kebakaran melalui BPBD,’’ ucap Amin.

Pemkab Nunukan mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat dari dampak asap, seperti penyakit ISPA, dengan menyiapkan layanan kesehatan serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Mari kita gaungkan bersama komitmen Nunukan Bebas Asap 2026. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi yang akan datang,” tutupnya.

Apel dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama, yang dilanjutkan dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial