Menu

Mode Gelap
Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM Candu Narkoba, Dua Warga Pulau Sebatik Nekat Menjadi Ninja Sawit Gereja Katolik Santo Yosep di Pedalaman Nunukan Habis Terbakar Pengiriman MBG Sering Terlambat Saat Musim Hujan, Guru di Pulau Sebatik Minta SPPG Perbaiki Jalan   Persiapkan Petugas Sensus, BPS Nunukan Gelar Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

Kaltara

Kota Tarakan Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 2,7, Getaran Terasa di Nunukan

badge-check


					Titik lokasi gempa magnitudo 2,7 di Kota Tarakan, Kaltara. Dok.BMKG. Perbesar

Titik lokasi gempa magnitudo 2,7 di Kota Tarakan, Kaltara. Dok.BMKG.

NUNUKAN, infoSTI – Gempa tektonik dengan magnitude 2,7, mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (18/3/2026).

Kondisi inipun dirasakan warga perbatasan RI – Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sejumlah grup medsos diramaikan dengan pertanyaan dari man sumber gempa dan apakah gempa yang terjadi begitu terasa sampai kemudian terjadi diskusi panjang di sejumlah laman media social.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nunukan juga merilis laporan gempa melalui grup whatsaap resmi mereka.

Laporan yang bersumber dari Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, mencatat, gempa terjadi sekitar pukul 09:13:27 WIB, atau pukul 10.13 wita.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 2,7.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4.02 LU dan 117.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 74 km utara Tarakan, Kalimantan Utara, pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif setempat.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan  di wilayah Nunukan Kalimantan Utara, dengan Skala Intensitas III MMI.

Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

Hingga pukul 10:00 WIB, hasil monitoring BMKG, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

BMKG juga berpesan agar masyarakat selalu memastikan informasi melalui sumber resmi BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara