TANJUNG SELOR, infoSTI – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan Mentarang, di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara/Kaltara, akan menjadi salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia.
Dengan kapasitas 1.375 MW, PLTA Mentarang akan menyuplai kebutuhan energi listrik di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning.
Kadis ESDM Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan, mengatakan, dalam percepatan transisi energi, PLTA Mentarang memiliki andil cukup besar sebagai energi ramah lingkungan, sehingga diharapkan pembangunan PLTA dapat berjalan optimal.
“PLTA Mentarang tahun 2030 diharapkan optimal. PLTA Mentarang juga akan mendorong percepatan transisi energi dan percepatan capaian target bauran energi primer di Kaltara tahun 2030 dan 2034,’’ ujar Yosua, Senin (22/12/2025).
Yosua menegaskan, Kaltara terus berbenah untuk menuju percepatan transisi energy.
Hal tersebut, merupakan upaya mempercepat peralihan sistem energi dari fosil ke energi bersih dan terbarukan (EBT) untuk mengatasi krisis iklim, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong ekonomi hijau, melalui peningkatan produksi EBT, efisiensi energi, elektrifikasi, dukungan kebijakan (seperti RUU EBT), serta inovasi pendanaan dan teknologi, demi mencapai target Net Zero Emissions (NZE) dan pembangunan berkelanjutan.
Yosua menambahkan, pembangunan PLTA Mentarang, saat ini terus berproses meski belum diketahui berapa persen progresnya.
“Berapa persen belum ada info, yang jelas mereka terus bergerak di lokasi pembangunan,’’ kata dia.
‘’Demikian juga rencana mereka akan segera membangun saluran udara tegangan tinggi 500 Kva, dari Mentarang menuju pusat pusat beban salah satunya KIHI,” imbuhnya.
Yosua melanjutkan, Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) nantinya akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di Asia Tenggara yang terintegrasi dengan PLTA Mentarang.
‘’Jadi yang progresnya dikebut tak hanya PLTA, KIHI juga dikebut pembangunannya,’’ kata Yosua.
Untuk diketahui, PLTA Mentarang di Kalimantan Utara, dikelola oleh PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN), perusahaan patungan antara Kayan Patria Pratama, Sarawak Energy Malaysia, dan Adaro Energy.
Bendungan ini memiliki tinggi 325 meter dengan luas genangan mencapai 22.604 hektar,













