Menu

Mode Gelap
Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai Banjir Tahunan di Perbatasan RI – Malaysia, DPRD Kaltara Desak Penanganan Komprehensif Lapas Nunukan Usulkan Remisi Hari Raya Idul Fitri Bagi 885 Warga Binaan Pemasyarakatan Arus Mudik Penumpang Kapal Pada Lebaran 2026 di Perbatasan RI – Malaysia Turun 20 Persen

Kaltara

Listrik di Nunukan Kembali Byarpet, Sehari Padam 3 Kali dengan Durasi Rata Rata 3 Jam

badge-check


					Ilustrasi : Anak kecil menyalakan lilin saat lampu PLN mati. Perbesar

Ilustrasi : Anak kecil menyalakan lilin saat lampu PLN mati.

NUNUKAN, infoSTI – Kondisi listrik byarpet di Nunukan, Kalimantan Utara, memicu protes masyarakat yang melampiaskan kekesalan mereka di sejumlah Media Sosial.

Dalam jadwal pemadaman yang dibagikan PLN Rayon Nunukan kepada masyarakat, pemadaman bergilir diagendakan 3 jam untuk masing masing wilayah.

Faktanya, pemadaman terjadi berkali kali dalam sehari, sehingga memantik protes masyarakat.

“Kenapa tidak sesuai jadwal. Bukan sekali padam dalam sehari, beberapa kali. Lama lama hancur semua barang elektronik,” ujar Herman emosi.

Warga lain, Aditya juga mengeluhkan hal serupa. Ia meminta PLN membuat jadwal yang benar benar bisa dipercaya, sehingga masyarakat, khususnya pengusaha kecil yang bergantung dengan listrik bisa menekan potensi kerugian.

“Cobalah yang betul kalau buat jadwal. Kalau sehari padam tiga kali macam ini, rusak barang, maukah PLN tanggung jawab,” keluhnya.

Obrolan masyarakat di warung kopi mengatakan, byarpetnya listrik di Kabupaten Nunukan menjadi tanda Bulan Ramadhan sudah dekat.

Karena menurut kebiasaan, Nunukan selalu byarpet menjelang Ramadhan saban tahunnya.

Jawaban PLN

Manager PLN ULP Nunukan, Rendra Alfian mengatakan, gangguan listrik yang belakangan terjadi, akibat kondisi cuaca ekstreme.

“Gangguan dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan di sejumlah titik jaringan, serta gangguan pada pembangkit PLTMG Sebaung,” jawabnya melalui pesan tertulis.

Untuk diketahui, Kabupaten Nunukan memiliki tiga sumber suplai tenaga listrik.

Yang pertama adalah PLTD Sei Bilal, dengan daya sekitar 7 MW. Lalu PLTD Sebatik sebesar 3,1 MW, dan PLTMG Sebaung, sekitar 6 MW jika kondisi normal.

Rendra tak menjelaskan secara detail apa bagian mesin yang rusak, dan sejauh mana imbas yang terjadi.

Kendati demikian, ia mengakui, keadaan ini menuntut PLN melakukan pemeliharaan emergency guna melokalisir sumber gangguan, mengatur beban pembangkit, dan menormalkan kembali sistem secara bertahap.

PLN Nunukan, lanjutnya, langsung menerjunkan lebih dari 50 personel gabungan untuk penanganan gangguan yang terjadi di beberapa titik wilayah Nunukan dan sekitarnya.

“Tim dikerahkan menyeluruh untuk memastikan pemulihan dilakukan secepat dan seaman mungkin. Sebagai langkah preventif, PLN juga melaksanakan pemeliharaan terjadwal di pembangkit untuk memastikan seluruh peralatan bekerja optimal dan mengurangi potensi gangguan berulang,” jelasnya

Ia menegaskan, upaya tersebut penting untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan Nunukan dan mempercepat pemulihan layanan kepada pelanggan.

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan sistem dan memperkuat pelayanan agar pasokan listrik di Nunukan dan sekitarnya semakin prima,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara