Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H Hendak Kirim Paket Hemat Narkoba ke Nunukan, Pria Ini Digerebek Polisi di Dermaga Speed Boat Sebatik Pengawasan Internal, Para Perwira Polres Nunukan Lakukan Tes Urine Harga LPG Melon di Nunukan Melambung Hingga Rp 80.000, Pemda Nunukan Segera Lakukan Sidak Terbukti Cabuli Balita Perempuan, Seorang PPPK di Nunukan Divonis 7 Tahun Penjara Sebanyak 21,54 Gram Narkotika dan Sejumlah Senjata Api Dimusnahkan Kejari Nunukan

Advertorial

Banyak Ular Kobra Masuk Sekolah, DPRD Minta SMPN 2 Nunukan Dibuatkan Pagar

badge-check


					Gedung SMPN 2 Nunukan. Lokasinya yang berada tak jauh dari hutan dan semak belukar, sering dikunjungi ular kobra. Perbesar

Gedung SMPN 2 Nunukan. Lokasinya yang berada tak jauh dari hutan dan semak belukar, sering dikunjungi ular kobra.

NUNUKAN, infoSTI – Guru guru SMPN 2 Nunukan, di Sei Fatimah, mengeluhkan banyaknya ular kobra yang masuk ke lingkungan sekolah.

Penjaga sekolah maupun guru yang tak sengaja menjumpai keberadaan ular berbisa tersebut, terpaksa membunuhnya agar tak membahayakan para pelajar.

‘’Sering kejadian ular hitam (kobra) masuk ke lingkungan sekolah. Itu membahayakan anak anak kita maupun guru. Kita berharap ini menjadi perhatian Pemerintah,’’ ujar Anggota DPRD Nunukan, Mansur Rincing, Rabu (5/11/2025).

Kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri, terlebih di belakang sekolah merupakan daerah semak belukar dan hutan, yang konon terdapat sarang ular kobra.

‘’Dari laporan yang saya terima, ada sarangnya di areal hutan belakang sekolah. Itu kenapa banyak ular di sekitar SMPN 2 Nunukan,’’ imbuhnya.

Ular kobra, merupakan ular dengan bisa sangat mematikan. Gigitan kobra bisa membunuh dalam hitungan menit, sehingga dibutuhkan kewaspadaan ekstra dan keahlian khusus untuk menangkapnya.

Ancaman tersebut, butuh respon cepat, karena ada sekitar 600 pelajar yang bersekolah disana.

‘’Kita usulkan ada pemagaran keliling sekolah. Ini masalah nyawa, jadi tidak bisa dianggap tidak prioritas,’’ kata dia.

Meski secara kasat mata, kondisi gedung sekolah sudah sangat layak, namun lapangan upacara masih tanah liat, sehingga sering becek saat digunakan upacara bendera.

Sekolah juga belum menerima saluran air bersih PDAM, meski tak jauh dari sekolah, ada sebuah bendungan yang seharusnya bisa diolah PDAM dan dialirkan ke sekolah dimaksud.

‘’Dan saya juga menerima keluhan bus sekolah sering dipakai salah satu OPD. Anak anak bingung bagaimana ke sekolah, mereka sering terlambat,’’ imbuhnya.

Mansur mempertanyakan urgensi OPD yang sering menggunakan bus sekolah tanpa memikirkan kebutuhan transportasi anak anak SMPN 2 Nunukan.

‘’Coba ini diperhatikan, OPD bisa mencari alternative lain sementara anak sekolah hanya berharap bisa naik bus untuk berangkat sekolah. Bus sekolah cuma satu, kondisinya juga sudah butuh banyak perbaikan. Bantulah perbaiki, jangan hanya menggunakan dan mengorbankan jam belajar anak anak sekolah,’’ protes Mansur.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial