Menu

Mode Gelap
Kebakaran Toko Sembako di Nunukan Sebabkan Ledakan di Tiang Travo Listrik, PLN Padamkan Saluran Listrik Alun Alun Nobar Piala Dunia Harus Tempuh Jarak 5 Km, Puluhan KK di Pulau Sebatik Minta PLN Segera Salurkan Listrik, Berani Bayar Dua Kali Lipat Anak Bangun Minta Ditemani Kencing, Rumah Penjual Lontong di Nunukan Terhindar dari Kebakaran Inspiratif dan Dekat Dengan Insan Pers, Dua Kepala Daerah di Kaltara Menerima Penghargaan Anugerah SMSI 2026 Lagi, Empat SPPG di Nunukan Menyusul Menghentikan Operasional MBG Akibat Anggaran Operasional dari BGN Belum Cair Kasus Investasi Bodong di Nunukan, Belasan Korban Diperiksa, Terduga Pelaku Belum Ditahan

Kaltara

Sambaran Petir Mengakibatkan Tiga Rumah di Pedalaman Nunukan Terbakar, Seorang Pelajar Ikut Tersambar

badge-check


					Kebakaran akibat sambaran petri di Desa Tukulon, Kecamatan Lumbis Ogong, Sabtu (25/10/2025) malam. Dok.BPBD Nunukan. Perbesar

Kebakaran akibat sambaran petri di Desa Tukulon, Kecamatan Lumbis Ogong, Sabtu (25/10/2025) malam. Dok.BPBD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Cuaca buruk dengan gemuruh halilintar dan sambaran kilat, terjadi di pedalaman Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (25/10/2025) malam.

Petir bahkan menyambar bangunan rumah walet, mengakibatkan korsleting listrik, hingga memicu kebakaran hebat di Desa Tukulon, Kecamatan Lumbis Ogong.

‘’Akibat korsleting, api merambat ke tiga rumah lain di sekitar bangunan rumah walet,’’ ujar Kasubag Informasi BPBD Nunukan, Muhammad Basir, saat dihubungi, Senin (27/10/2025).

Meski hujan cukup lebat, laju api demikian cepat merambat karena mayoritas bangunan rumah warga terbuat dari kayu.

‘’Untuk memutus laju api, warga desa harus membongkar sejumlah bangunan untuk sementara,’’ tuturnya.

Akibat kejadian ini, Tim BPBD diterjunkan ke lokasi kebakaran yang merupakan wilayah pelosok dan hanya bisa dijangkau menggunakan perahu melalui lajur sungai.

Petugas melakukan pendataan dan mengirimkan bantuan sementara.

Dari pendataan BPBD Nunukan, 3 unit rumah yang terbakar adalah milik Rudi (30), Tomas (52) dan Yuwem.

Sedangkan 4 rumah yang dibongkar untuk memutus jalur api, masing masing, rumah Mardi (42), rumah Nangkuayan (66), rumah Banui (44), dan rumah milik Kicau (40).

Seorang pelajar putri tersambar petir

Selain membakar sejumlah rumah, petir juga menyambar seorang pelajar di Desa Tukulon, bernama Febriani (17), yang merupakan putri dari Yuwem.

Tubuh Febriani mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke Faskes untuk pengobatan.

‘’Febriani tersambar petir saat mengunakan Handphone untuk  belajar. Saat itu, korban mengikuti pembelajaran program paket C,’’ jelas Basir.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara