Menu

Mode Gelap
Kasus Investasi Bodong Nunukan, Polisi Tetapkan Dua Perempuan Sebagai Tersangka, Langsung Ditahan Tangkapan Narkoba Polres Nunukan Turun Drastis, Begini Penjelasan Kapolres Heboh Isu SARA di Nunukan, Polisi Sebut Ulah Hacker yang Bertujuan Membuat Kekacauan di Bulan Agustus Rapat Paripurna APBD Perubahan 2026, Alokasi Anggaran Turun, DPRD Merekomendasikan Optimalisasi PAD Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Tas Hitam di Pulau Sebatik Bupati Nunukan Pastikan Prioritas Pembangunan Jalan Krayan, Dibangun Dengan Skema Multiyears Untuk Periode 2027–2029

Kaltara

Sambaran Petir Mengakibatkan Tiga Rumah di Pedalaman Nunukan Terbakar, Seorang Pelajar Ikut Tersambar

badge-check


					Kebakaran akibat sambaran petri di Desa Tukulon, Kecamatan Lumbis Ogong, Sabtu (25/10/2025) malam. Dok.BPBD Nunukan. Perbesar

Kebakaran akibat sambaran petri di Desa Tukulon, Kecamatan Lumbis Ogong, Sabtu (25/10/2025) malam. Dok.BPBD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Cuaca buruk dengan gemuruh halilintar dan sambaran kilat, terjadi di pedalaman Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (25/10/2025) malam.

Petir bahkan menyambar bangunan rumah walet, mengakibatkan korsleting listrik, hingga memicu kebakaran hebat di Desa Tukulon, Kecamatan Lumbis Ogong.

‘’Akibat korsleting, api merambat ke tiga rumah lain di sekitar bangunan rumah walet,’’ ujar Kasubag Informasi BPBD Nunukan, Muhammad Basir, saat dihubungi, Senin (27/10/2025).

Meski hujan cukup lebat, laju api demikian cepat merambat karena mayoritas bangunan rumah warga terbuat dari kayu.

‘’Untuk memutus laju api, warga desa harus membongkar sejumlah bangunan untuk sementara,’’ tuturnya.

Akibat kejadian ini, Tim BPBD diterjunkan ke lokasi kebakaran yang merupakan wilayah pelosok dan hanya bisa dijangkau menggunakan perahu melalui lajur sungai.

Petugas melakukan pendataan dan mengirimkan bantuan sementara.

Dari pendataan BPBD Nunukan, 3 unit rumah yang terbakar adalah milik Rudi (30), Tomas (52) dan Yuwem.

Sedangkan 4 rumah yang dibongkar untuk memutus jalur api, masing masing, rumah Mardi (42), rumah Nangkuayan (66), rumah Banui (44), dan rumah milik Kicau (40).

Seorang pelajar putri tersambar petir

Selain membakar sejumlah rumah, petir juga menyambar seorang pelajar di Desa Tukulon, bernama Febriani (17), yang merupakan putri dari Yuwem.

Tubuh Febriani mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke Faskes untuk pengobatan.

‘’Febriani tersambar petir saat mengunakan Handphone untuk  belajar. Saat itu, korban mengikuti pembelajaran program paket C,’’ jelas Basir.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara