Menu

Mode Gelap
Kebakaran Toko Sembako di Nunukan Sebabkan Ledakan di Tiang Travo Listrik, PLN Padamkan Saluran Listrik Alun Alun Nobar Piala Dunia Harus Tempuh Jarak 5 Km, Puluhan KK di Pulau Sebatik Minta PLN Segera Salurkan Listrik, Berani Bayar Dua Kali Lipat Anak Bangun Minta Ditemani Kencing, Rumah Penjual Lontong di Nunukan Terhindar dari Kebakaran Inspiratif dan Dekat Dengan Insan Pers, Dua Kepala Daerah di Kaltara Menerima Penghargaan Anugerah SMSI 2026 Lagi, Empat SPPG di Nunukan Menyusul Menghentikan Operasional MBG Akibat Anggaran Operasional dari BGN Belum Cair Kasus Investasi Bodong di Nunukan, Belasan Korban Diperiksa, Terduga Pelaku Belum Ditahan

Kaltara

Pasien HB Rendah di Nunukan Berjuang Mencari Pendonor, Butuh Darah O Rhesus Negatif

badge-check


					Pasien Diding, menjalani perawatan di RSUD Nunukan. Diding sedang mencari darah dengan golongan O rhesus negatif. Perbesar

Pasien Diding, menjalani perawatan di RSUD Nunukan. Diding sedang mencari darah dengan golongan O rhesus negatif.

NUNUKAN, infoSTI – Seorang pasien bernama Diding, warga Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi, Nunukan, Kalimantan Utara, tengah berjuang melawan sakitnya.

Ia terbaring lemah di bangsal RSUD Nunukan, dengan diagnosa HB rendah, dan sangat membutuhkah pendonor dengan jenis darah O rhesus negatif.

Keluarga pasien, Sati Baru menuturkan betapa perjuangan mendapat pendonor dengan golongan darah pasien, sangat sulit.

“Kita berharap segera mendapat pendonor. Kondisi pasien sudah sangat urgent,” ujarnya saat menghubungi media ini, Kamis (7/8/2025).

Sati menceritakan, Diding masuk RSUD Nunukan sejak 1 Agustus 2025. Ia langsung diberikan satu kantong darah pada hari pertama, namun kondisinya belum menunjukkan perbaikan.

Hari kedua, pasien bahkan sempat drop, karena darah yang dibutuhkan belum memadai.

“PMI juga kewalahan cari pendonor. Hanya ditemukan seorang pendonor saja yang golongan darahnya sama dengan pasien,” lanjutnya.

Untuk ketersediaan darah, PMI juga telah membuat pengumuman untuk mencari pendonor dengan klasifikasi urgen.

Pihak keluarga pasien juga tak diam, mereka menghubungi Kodim, Kotis, dan Polisi, berharap ada darah yang sesuai.

Pencarian pendonor bahkan menyasar jalan jalan umum, warung, pelabuhan dan banyak tempat lain.

“Keluarga sudah menghubungi kerabat di Tarakan, belum ada hasil. Yang di Tanjung Selor juga belum ada tanggapan. Ada harapan dari kerabat di Tawau Malaysia yang saat ini masih tahap pengambilan darah di Hospital,” jelasnya.

“Kami berharap Pemerintah bisa membantu,” harap Sati.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara