Menu ✖

Mode Gelap
Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Bupati Nunukan Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolda Kaltara

Kaltara

Tiga Hari Listrik di Krayan Padam Total, Spare Part Sulit Dikirim Karena Landasan Bandara dan Jalan Utama Rusak

badge-check


					Sejumlah mobil double gardan terbenam lumpur di jalanan utama menuju Krayan Selatan. Harga Sembako melambung tinggi, spare part PLTD sulit terkirim. Perbesar

Sejumlah mobil double gardan terbenam lumpur di jalanan utama menuju Krayan Selatan. Harga Sembako melambung tinggi, spare part PLTD sulit terkirim.

NUNUKAN, infoSTI– Nestapa warga dataran tinggi Krayan, di Nunukan, Kalimantan Utara, terus berlanjut.

Kondisi jalanan yang hancur, membuat kendaraan banyak terbenam lumpur, dan mengalami kerusakan mesin.

Padahal, Krayan hanya bisa ditempuh menggunakan pesawat perintis dari Kabupaten Kota Nunukan.

Sementara itu, jalan utama yang dalam kondisi normal bisa ditempuh tiga jam, sekarang harus dilalui selama dua malam tiga hari.

‘’Beberapa hari ini ada gangguan pada mesin. Sempat dua malam padam total,’’ ujar Camat Krayan Selatan, Oktafianus, dihubungi Senin (19/5/2025).

Kerusakan pada mesin, berimbas pada kebutuhan penggantian spare part, yang didatangkan dari Kota Tarakan.

Namun dengan kondisi jalanan yang berlumpur dan sulit dilalui, Oktafianus hanya bisa berdo’a supaya spare part mesin PLTD, bisa diganti secepat mungkin.

‘’Untuk saat ini, kita masih menunggu spare part yang dikirim dari Tarakan. Tapi tehnisi tidak bisa masuk Krayan Selatan karena jalan dan landasan bandara rusak,’’ kata Oktafianus.

Saat ini, sepanjang jalan utama menuju Krayan Selatan, tersaji pemandangan memilukan.

Sejumlah mobil double gardan yang menjadi andalan warga Krayan dalam pemenuhan Sembako dan transportasi, tertanam di tengah jalanan berlumpur tebal.

Mesin kendaraan banyak yang rusak akibat kemasukan lumpur, sehingga mereka harus rela menginap berhari hari di tengah hutan.

Entah sampai kapan pemandangan tersebut bisa teratasi. Apalagi, saat ini, hujan terus mengguyur di Krayan.

‘’Entah bahasa apalagi yang bisa menggambarkan kondisi warga Krayan sekarang. Kita Cuma bisa berdo’a bisa keluar dari keadaan ini,’’ keluhnya.

‘’Begitu juga dengan kerusakan mesin PLTD, kita hanya berdo’a mudah mudahan spare part bisa terkirim, dan mesin PLN segera beroperasi kembali,’’ imbuhnya.

Selama dua hari ini, masyarakat Krayan Selatan, hanya menggunakan lilin atau getah pohon untuk penerangan saat malam.

Beberapa rumah, memanfaatkan kaleng bekas untuk membuat lampu damar dengan bahan bakar minyak tanah.

Harga Sembako melambung tinggi, karena alat transportasi sekalipun, sulit membawa barang masuk Krayan Selatan.

Sebuah gambaran Indonesia saat belum merdeka, kata Oktafianus, menjadi gambaran nyata Krayan, daerah terisolir di perbatasan Negara.

‘’Saya mohon maaf kalau chat atau telfon tidak terbalas. Krayan Selatan sedang tidak ada listrik, jaringan tidak ada, tidak bisa komunikasi,’’ kata Oktafianus.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara