Menu

Mode Gelap
Lagi, Empat SPPG di Nunukan Menyusul Menghentikan Operasional MBG Akibat Anggaran Operasional dari BGN Belum Cair Kasus Investasi Bodong di Nunukan, Belasan Korban Diperiksa, Terduga Pelaku Belum Ditahan Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup, 31 Sekolah di Perbatasan Tak Lagi Terima MBG Cerita Sejumlah Korban Investasi Bodong di Nunukan, Uang Rp 75 Juta Tak Kembali, Ramai Ramai Buat Laporan Polisi Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM

Kaltara

Tiga Hari Listrik di Krayan Padam Total, Spare Part Sulit Dikirim Karena Landasan Bandara dan Jalan Utama Rusak

badge-check


					Sejumlah mobil double gardan terbenam lumpur di jalanan utama menuju Krayan Selatan. Harga Sembako melambung tinggi, spare part PLTD sulit terkirim, Perbesar

Sejumlah mobil double gardan terbenam lumpur di jalanan utama menuju Krayan Selatan. Harga Sembako melambung tinggi, spare part PLTD sulit terkirim,

NUNUKAN, infoSTI– Nestapa warga dataran tinggi Krayan, di Nunukan, Kalimantan Utara, terus berlanjut.

Kondisi jalanan yang hancur, membuat kendaraan banyak terbenam lumpur, dan mengalami kerusakan mesin.

Padahal, Krayan hanya bisa ditempuh menggunakan pesawat perintis dari Kabupaten Kota Nunukan.

Sementara itu, jalan utama yang dalam kondisi normal bisa ditempuh tiga jam, sekarang harus dilalui selama dua malam tiga hari.

‘’Beberapa hari ini ada gangguan pada mesin. Sempat dua malam padam total,’’ ujar Camat Krayan Selatan, Oktafianus, dihubungi Senin (19/5/2025).

Kerusakan pada mesin, berimbas pada kebutuhan penggantian spare part, yang didatangkan dari Kota Tarakan.

Namun dengan kondisi jalanan yang berlumpur dan sulit dilalui, Oktafianus hanya bisa berdo’a supaya spare part mesin PLTD, bisa diganti secepat mungkin.

‘’Untuk saat ini, kita masih menunggu spare part yang dikirim dari Tarakan. Tapi tehnisi tidak bisa masuk Krayan Selatan karena jalan dan landasan bandara rusak,’’ kata Oktafianus.

Saat ini, sepanjang jalan utama menuju Krayan Selatan, tersaji pemandangan memilukan.

Sejumlah mobil double gardan yang menjadi andalan warga Krayan dalam pemenuhan Sembako dan transportasi, tertanam di tengah jalanan berlumpur tebal.

Mesin kendaraan banyak yang rusak akibat kemasukan lumpur, sehingga mereka harus rela menginap berhari hari di tengah hutan.

Entah sampai kapan pemandangan tersebut bisa teratasi. Apalagi, saat ini, hujan terus mengguyur di Krayan.

‘’Entah bahasa apalagi yang bisa menggambarkan kondisi warga Krayan sekarang. Kita Cuma bisa berdo’a bisa keluar dari keadaan ini,’’ keluhnya.

‘’Begitu juga dengan kerusakan mesin PLTD, kita hanya berdo’a mudah mudahan spare part bisa terkirim, dan mesin PLN segera beroperasi kembali,’’ imbuhnya.

Selama dua hari ini, masyarakat Krayan Selatan, hanya menggunakan lilin atau getah pohon untuk penerangan saat malam.

Beberapa rumah, memanfaatkan kaleng bekas untuk membuat lampu damar dengan bahan bakar minyak tanah.

Harga Sembako melambung tinggi, karena alat transportasi sekalipun, sulit membawa barang masuk Krayan Selatan.

Sebuah gambaran Indonesia saat belum merdeka, kata Oktafianus, menjadi gambaran nyata Krayan, daerah terisolir di perbatasan Negara.

‘’Saya mohon maaf kalau chat atau telfon tidak terbalas. Krayan Selatan sedang tidak ada listrik, jaringan tidak ada, tidak bisa komunikasi,’’ kata Oktafianus.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara