Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H Hendak Kirim Paket Hemat Narkoba ke Nunukan, Pria Ini Digerebek Polisi di Dermaga Speed Boat Sebatik Pengawasan Internal, Para Perwira Polres Nunukan Lakukan Tes Urine Harga LPG Melon di Nunukan Melambung Hingga Rp 80.000, Pemda Nunukan Segera Lakukan Sidak Terbukti Cabuli Balita Perempuan, Seorang PPPK di Nunukan Divonis 7 Tahun Penjara Sebanyak 21,54 Gram Narkotika dan Sejumlah Senjata Api Dimusnahkan Kejari Nunukan

Nunukan

Pelayaran Ferry Perintis Terhenti, Pemda Nunukan Bermohon Tersedianya Kapal Komersial Rute Nunukan – Sebatik  

badge-check


					Kapal Ferri yang melayani penyeberangan Nunukan - Sebatik - Seimanggaris dan Tarakan, Perbesar

Kapal Ferri yang melayani penyeberangan Nunukan - Sebatik - Seimanggaris dan Tarakan,

NUNUKAN, infoSTI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Tarakan, Kalimantan Utara, mengeluarkan pengumuman terhentinya operasi pelayaran perintis, yang melayani rute Tarakan – Nunukan, rute Nunukan – Seimanggaris – dan rute Nunukan – Sebatik.

Pemberitahuan tersebut, tertulis dalam surat yang dikirim PT ASDP Tarakan, tertanggal 2 Februari 2025.

‘’Saya mendapatkan info ada penghentian operasi penyeberangan ferri dari Kepala UPT Sei Jepun. Sampai kapan operasi ferri dihentikan, kita juga belum tahu,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan Nunukan, Muhammad Amin, dihubungi, Selasa (4/2/2025).

Dalam surat pemberitahuan ASDP yang diterima Dishub Nunukan, tertulis untuk lintasan terakhir Nunukan – Sebatik (PP), akan beroperasi sampai Rabu (5/2/2025).

Untuk diketahui, pelayaran ferri Nunukan – Sebatik sudah ditetapkan sebagai pelayaran komersil.

Berbeda dengan pelayaran rute Nunukan – Seimanggaris atau Nunukan – Tarakan, yang masih pelayaran perintis.

Sayangnya, baik pelayaran perintis maupun pelayaran komersil, kapal ferri yang melayani masih kapal yang sama, yaitu KM Manta.

‘’Dan status komersil tersebut menjadi dasar Pemda Nunukan akan bermohon kepada ASDP untuk memberi perlakukan berbeda dengan pelayaran perintis,’’ kata Amin.

Amin menambahkan, penyeberangan Nunukan – Sebatik, masuk komersial karena kapasitas penumpang rutin ke Sebatik, sudah melebihi target diatas 60 persen.

‘’Kalau dari info yang saya dapat, penghentian operasi ferri bukan dokking ya. Tapi karena depo BBM atau bunkernya itu di Tarakan. Jadi kapal harus kembali ke Tarakan kalau isi BBM,’’ jelas Amin.

Selain itu, terhentinya pelayaran ferri, tentu akan menghambat aktifitas ekonomi masyarakat.

Supir truk dan angkutan lain dengan muatan Bapokting yang memiliki perjanjian jual beli dengan pedagang di Pulau Sebatik, Seimanggaris dan lainnya, akan terhambat.

Begitu juga dengan usaha usaha lain yang dilakukan masyarakat di wilayah perbatasan RI – Malaysia ini.

‘’Kita maunya ada satu kapal yang stanby di Nunukan untuk pelayaran Nunukan – Sebatik. Tapi nanti kita komunikasikan dulu masalah ini dalam waktu dekat,’’ kata Amin.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara