Menu

Mode Gelap
Apresiasi Perekrutan Pemuda Dayak Sebagai TNI, DPRD Nunukan Berharap Kodim 0911 Programkan TNI Mengajar Narasi Larangan Buka Lahan dengan Membakar, ‘Arogansi Intelektual’ yang Mendiskreditkan Masyarakat Adat Dayak HUT TNI AL 81, LANAL Nunukan Perkuat Sinergy Bersama Masyarakat Pesisir Kodim 0911 Nunukan Lakukan Perekrutan Khusus Suku Dayak Untuk Calon Anggota TNI Lansia 63 Tahun Tinggal di Rumah Kayu Lapuk Tapi Terdata Sebagai Desil 6-10, Anggota DPRD Nunukan Meradang Tergoda Khasiat Minyak Lintah, Pelajar SMP di Nunukan Malah Jadi korban Cabul Oknum PPPK

Nunukan

Pelayaran Ferry Perintis Terhenti, Pemda Nunukan Bermohon Tersedianya Kapal Komersial Rute Nunukan – Sebatik  

badge-check


					Kapal Ferri yang melayani penyeberangan Nunukan - Sebatik - Seimanggaris dan Tarakan, Perbesar

Kapal Ferri yang melayani penyeberangan Nunukan - Sebatik - Seimanggaris dan Tarakan,

NUNUKAN, infoSTI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Tarakan, Kalimantan Utara, mengeluarkan pengumuman terhentinya operasi pelayaran perintis, yang melayani rute Tarakan – Nunukan, rute Nunukan – Seimanggaris – dan rute Nunukan – Sebatik.

Pemberitahuan tersebut, tertulis dalam surat yang dikirim PT ASDP Tarakan, tertanggal 2 Februari 2025.

‘’Saya mendapatkan info ada penghentian operasi penyeberangan ferri dari Kepala UPT Sei Jepun. Sampai kapan operasi ferri dihentikan, kita juga belum tahu,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan Nunukan, Muhammad Amin, dihubungi, Selasa (4/2/2025).

Dalam surat pemberitahuan ASDP yang diterima Dishub Nunukan, tertulis untuk lintasan terakhir Nunukan – Sebatik (PP), akan beroperasi sampai Rabu (5/2/2025).

Untuk diketahui, pelayaran ferri Nunukan – Sebatik sudah ditetapkan sebagai pelayaran komersil.

Berbeda dengan pelayaran rute Nunukan – Seimanggaris atau Nunukan – Tarakan, yang masih pelayaran perintis.

Sayangnya, baik pelayaran perintis maupun pelayaran komersil, kapal ferri yang melayani masih kapal yang sama, yaitu KM Manta.

‘’Dan status komersil tersebut menjadi dasar Pemda Nunukan akan bermohon kepada ASDP untuk memberi perlakukan berbeda dengan pelayaran perintis,’’ kata Amin.

Amin menambahkan, penyeberangan Nunukan – Sebatik, masuk komersial karena kapasitas penumpang rutin ke Sebatik, sudah melebihi target diatas 60 persen.

‘’Kalau dari info yang saya dapat, penghentian operasi ferri bukan dokking ya. Tapi karena depo BBM atau bunkernya itu di Tarakan. Jadi kapal harus kembali ke Tarakan kalau isi BBM,’’ jelas Amin.

Selain itu, terhentinya pelayaran ferri, tentu akan menghambat aktifitas ekonomi masyarakat.

Supir truk dan angkutan lain dengan muatan Bapokting yang memiliki perjanjian jual beli dengan pedagang di Pulau Sebatik, Seimanggaris dan lainnya, akan terhambat.

Begitu juga dengan usaha usaha lain yang dilakukan masyarakat di wilayah perbatasan RI – Malaysia ini.

‘’Kita maunya ada satu kapal yang stanby di Nunukan untuk pelayaran Nunukan – Sebatik. Tapi nanti kita komunikasikan dulu masalah ini dalam waktu dekat,’’ kata Amin.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara