Menu

Mode Gelap
Kapolda Kaltara Kunjungi Pulau Sebatik, Cek Kesiapan Pos Pelayanan dan Pengamanan Lebaran 2026 Senyum Bahagia Anak Anak TKI Malaysia Saat Jembatan Menuju Sekolahnya Selesai Dibangun : Terima Kasih Sangat Buat Bapak Kapolda   Saat Pekik Merdeka Diteriakkan Warga Perbatasan RI – Malaysia Sambil Menanam Padi di Tengah Jalan Berlumpur Tiga Unit Rumah Guru SD di Pedalaman Sembakung Terbakar, Damkar Minta Maaf Karena Lokasi Tak Terjangkau Saat MBG Dinikmati Sejumlah Siswa Siswi Anak TKI Malaysia di Pulau Sebatik Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif

Advertorial

Lestarikan Adat Istiadat dan Budaya Lokal, Paslon BAHAGIA Bakal Bangun Balai Adat Guna Penegasan Identitas Nunukan

badge-check


					Paslon BAHAGIA saat tampil di debat perdana yang digelar salah satu TV swasta di Jakarta, Senin (4/11/2024). Perbesar

Paslon BAHAGIA saat tampil di debat perdana yang digelar salah satu TV swasta di Jakarta, Senin (4/11/2024).

NUNUKAN, infoSTI – Ketua Tim Pemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Nomor urut 2, Basri – Hanafiah (BAHAGIA), menjanjikan pembangunan Balai Adat, sebagai salah satu komitmen mereka dalam menghormati budaya dan adat istiadat warga tempatan.

‘’Salah satu janji BAHAGIA, adalah membangun Balai Adat, sebagai symbol dan penegasan identitas Kabupaten Nunukan,’’ ujar Ketua Tim Pemenangan BAHAGIA, La Dulah, Sabtu (23/11/2024).

La Dulah mengatakan, Balai Adat, merupakan tempat dimana masyarakat adat menggunakannya untuk mengambil keputusan-keputusan besar dan penting, mengenai masa depan masyarakat adat yang melekat dengan tanah, hutan dan sumber daya alamnya.

Dengan demikian, Balai Adat, bisa dimaknai sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat adat.

Balai Adat, adalah perlambang bagaimana masyarakat adat bersatu membangun kampungnya.

Sebagai simbol bagaimana masyarakat adat bersatu untuk memikirkan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus ditengah derasnya arus globalisasi yang seakan mengancam kehidupan dan eksistensi masyarakat adat.

Balai Adat, juga sebuah rumah kehormatan untuk menerima tamu yang datang.

Sehingga, Balai Adat haruslah mencerminkan penegasan budaya dan warisan dari sejumlah suku asli yang ada di Kabupaten Nunukan.

“Di Balai Adat, anak-anak bisa belajar mengenai kebudayaan, bahasa, ukiran-ukiran, sistem dan struktur adatnya seperti apa. Memperdalam warisan budayanya. Dengan demikian, gerakan kebangkitan masyarakat adat itu betul betul nampak,” kata dia.

La Dulah menegaskan, menghadapi perkembangan zaman sekarang ini, jati diri masyarakat adat memang harus terus di perkuat.

Jangan sampai, anak anak suku tempatan melupakan sejarah nenek moyangnya.

Sehingga penguatan karakter masyarakat adat, benar benar menjadi fondasi kokoh untuk pelestarian budaya Indonesia yang demikian kaya.

‘’Balai Adat merupakan titik balik dimana masyarakat adat di Nunukan dapat mengarahkan generasi adat, untuk menatap masa depan yang cerah, tanpa kehilangan jati dirinya. Dengan identitas yang kuat, kita bisa mengimplementasikan Bhineka Tunggal Ika. Dan bersama sama membangun Nunukan menuju BAHAGIA, ” kata La Dulah.

Sumber berita : Tim Pemenangan BAHAGIA.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial