Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Lestarikan Adat Istiadat dan Budaya Lokal, Paslon BAHAGIA Bakal Bangun Balai Adat Guna Penegasan Identitas Nunukan

badge-check


					Paslon BAHAGIA saat tampil di debat perdana yang digelar salah satu TV swasta di Jakarta, Senin (4/11/2024). Perbesar

Paslon BAHAGIA saat tampil di debat perdana yang digelar salah satu TV swasta di Jakarta, Senin (4/11/2024).

NUNUKAN, infoSTI – Ketua Tim Pemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Nomor urut 2, Basri – Hanafiah (BAHAGIA), menjanjikan pembangunan Balai Adat, sebagai salah satu komitmen mereka dalam menghormati budaya dan adat istiadat warga tempatan.

‘’Salah satu janji BAHAGIA, adalah membangun Balai Adat, sebagai symbol dan penegasan identitas Kabupaten Nunukan,’’ ujar Ketua Tim Pemenangan BAHAGIA, La Dulah, Sabtu (23/11/2024).

La Dulah mengatakan, Balai Adat, merupakan tempat dimana masyarakat adat menggunakannya untuk mengambil keputusan-keputusan besar dan penting, mengenai masa depan masyarakat adat yang melekat dengan tanah, hutan dan sumber daya alamnya.

Dengan demikian, Balai Adat, bisa dimaknai sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat adat.

Balai Adat, adalah perlambang bagaimana masyarakat adat bersatu membangun kampungnya.

Sebagai simbol bagaimana masyarakat adat bersatu untuk memikirkan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus ditengah derasnya arus globalisasi yang seakan mengancam kehidupan dan eksistensi masyarakat adat.

Balai Adat, juga sebuah rumah kehormatan untuk menerima tamu yang datang.

Sehingga, Balai Adat haruslah mencerminkan penegasan budaya dan warisan dari sejumlah suku asli yang ada di Kabupaten Nunukan.

“Di Balai Adat, anak-anak bisa belajar mengenai kebudayaan, bahasa, ukiran-ukiran, sistem dan struktur adatnya seperti apa. Memperdalam warisan budayanya. Dengan demikian, gerakan kebangkitan masyarakat adat itu betul betul nampak,” kata dia.

La Dulah menegaskan, menghadapi perkembangan zaman sekarang ini, jati diri masyarakat adat memang harus terus di perkuat.

Jangan sampai, anak anak suku tempatan melupakan sejarah nenek moyangnya.

Sehingga penguatan karakter masyarakat adat, benar benar menjadi fondasi kokoh untuk pelestarian budaya Indonesia yang demikian kaya.

‘’Balai Adat merupakan titik balik dimana masyarakat adat di Nunukan dapat mengarahkan generasi adat, untuk menatap masa depan yang cerah, tanpa kehilangan jati dirinya. Dengan identitas yang kuat, kita bisa mengimplementasikan Bhineka Tunggal Ika. Dan bersama sama membangun Nunukan menuju BAHAGIA, ” kata La Dulah.

Sumber berita : Tim Pemenangan BAHAGIA.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial