NUNUKAN, infoSTI – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Nunukan, Kalimantan Utara, merelokasi 4 unit PLTD dari Tanjung Selor, dalam rangka penguatan sistem kelistrikan di perbatasan RI – Malaysia.
4 unit mesin tersebut, memiliki kapasitas terpasang sekitar 5 MW dengan daya mampu sekitar 3,2 MW.
Kepala ULP PLN Nunukan, I Putu Sudiarta mengatakan, saat ini, proses penyiapan dan pengoperasian mesin dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan teknis, aspek keselamatan, serta ketentuan operasional yang berlaku.
‘’Penambahan kapasitas ini merupakan bagian dari langkah PLN untuk memperkuat kemampuan pasokan dan fleksibilitas sistem kelistrikan Nunukan,’’ ujarnya, dikonfirmasi Selasa (8/9/2026).
Dengan adanya penambahan tersebut, total kapasitas terpasang pembangkit di Kabupaten Nunukan menjadi sekitar 21,4 MW.
Putu menjelaskan, bahwa kapasitas terpasang dan daya mampu, merupakan dua hal yang berbeda.
Kapasitas terpasang menunjukkan kapasitas nominal pembangkit, sedangkan daya mampu merupakan kapasitas yang dapat dioperasikan sesuai dengan kondisi teknis, kesiapan unit, dan kebutuhan sistem pada saat tertentu.
Ia menambahkan, tingkat keandalan kelistrikan, dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pembangkit.
‘’Karena itu, PLN tetap melakukan pemantauan kondisi sistem, pemeliharaan pembangkit dan jaringan, serta langkah mitigasi dan penyesuaian operasi sesuai dengan kondisi di lapangan,’’ jelasnya.
Dua Desa di Krayan jadi target pemasangan listrik
Lebih jauh, Putu menjabarkan, hingga saat ini, sebanyak 194 dari 240 desa di Kabupaten Nunukan, atau sekitar 80,83 persen, telah mendapatkan akses listrik PLN,
‘’Pada tahun 2026, Desa Cinglat dan Desa Pa’ Padi di Kecamatan Krayan termasuk dalam lokasi yang direncanakan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan,’’ imbuhnya.
Sedangkan untuk desa yang belum mendapatkan akses listrik, PLN terus melakukan perluasan akses listrik secara bertahap melalui Program Listrik Desa (Lisdes), dengan mempertimbangkan kondisi teknis, geografis, aksesibilitas, serta kesiapan infrastruktur dan dukungan pemangku kepentingan.
‘’PLN berkomitmen untuk terus memperluas akses listrik secara bertahap dan berkelanjutan, termasuk bagi masyarakat di wilayah pelosok dan perbatasan Kabupaten Nunukan, dengan tetap memperhatikan kesiapan teknis dan tahapan pelaksanaan pembangunan,’’ kata Putu.











