Menu ✖

Mode Gelap
Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG Sebanyak 12 SPPG Wilayah Tengah Diresmikan, Dipusatkan di Pulau Sebatik

Nunukan

Antisipasi Listrik Byar Pet, PLN Nunukan Relokasi 4 Unit Mesin Baru dengan Kapasitas 5 MW

badge-check


					Mesin PLTD yang direlokasi PLN dari Tanjung Selor untuk mengantisipasi byarpet dan menjamin pelayanan kelistrikan andal di Nunukan. Dok.PLN Nunukan. Perbesar

Mesin PLTD yang direlokasi PLN dari Tanjung Selor untuk mengantisipasi byarpet dan menjamin pelayanan kelistrikan andal di Nunukan. Dok.PLN Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Nunukan, Kalimantan Utara, merelokasi 4 unit PLTD dari Tanjung Selor, dalam rangka penguatan sistem kelistrikan di perbatasan RI – Malaysia.

4 unit mesin tersebut, memiliki kapasitas terpasang sekitar 5 MW dengan daya mampu sekitar 3,2 MW.

Kepala ULP PLN Nunukan, I Putu Sudiarta mengatakan, saat ini, proses penyiapan dan pengoperasian mesin dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan teknis, aspek keselamatan, serta ketentuan operasional yang berlaku.

‘’Penambahan kapasitas ini merupakan bagian dari langkah PLN untuk memperkuat kemampuan pasokan dan fleksibilitas sistem kelistrikan Nunukan,’’ ujarnya, dikonfirmasi Selasa (8/9/2026).

Dengan adanya penambahan tersebut, total kapasitas terpasang pembangkit di Kabupaten Nunukan menjadi sekitar 21,4 MW.

Putu menjelaskan, bahwa kapasitas terpasang dan daya mampu, merupakan dua hal yang berbeda.

Kapasitas terpasang menunjukkan kapasitas nominal pembangkit, sedangkan daya mampu merupakan kapasitas yang dapat dioperasikan sesuai dengan kondisi teknis, kesiapan unit, dan kebutuhan sistem pada saat tertentu.

Ia menambahkan, tingkat keandalan kelistrikan, dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pembangkit.

‘’Karena itu, PLN tetap melakukan pemantauan kondisi sistem, pemeliharaan pembangkit dan jaringan, serta langkah mitigasi dan penyesuaian operasi sesuai dengan kondisi di lapangan,’’ jelasnya.

Dua Desa di Krayan jadi target pemasangan listrik

Lebih jauh, Putu menjabarkan, hingga saat ini, sebanyak 194 dari 240 desa di Kabupaten Nunukan, atau sekitar 80,83 persen, telah mendapatkan akses listrik PLN,

‘’Pada tahun 2026, Desa Cinglat dan Desa Pa’ Padi di Kecamatan Krayan termasuk dalam lokasi yang direncanakan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan,’’ imbuhnya.

Sedangkan untuk desa yang belum mendapatkan akses listrik, PLN terus melakukan perluasan akses listrik secara bertahap melalui Program Listrik Desa (Lisdes), dengan mempertimbangkan kondisi teknis, geografis, aksesibilitas, serta kesiapan infrastruktur dan dukungan pemangku kepentingan.

‘’PLN berkomitmen untuk terus memperluas akses listrik secara bertahap dan berkelanjutan, termasuk bagi masyarakat di wilayah pelosok dan perbatasan Kabupaten Nunukan, dengan tetap memperhatikan kesiapan teknis dan tahapan pelaksanaan pembangunan,’’ kata Putu.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan