Menu

Mode Gelap
Perbaikan Jembatan Jerambah Terkendala Izin Kementerian, Andre Pratama : Indonesia Darurat Birokrasi Kekurangan Ruang Kelas, Pelajar SMPN 4 Nunukan Selatan Harus Bergantian Masuk Sekolah Anak Anak Sekolah BDR Akibat Kabut Asap, Menu MBG di Nunukan Disalurkan ke Ponpes dan Lembaga Sosial Nunukan Terdampak Asap Karhutla dari Bulungan, Dinkes Siagakan Seluruh Faskes dan Nakes Buru Pengedar Narkoba, Polisi Amankan Seorang Laki Laki Pemilik 4 Bungkus Sabu Sabu   Porprov Kaltara 2026, KONI Nunukan Gerak Cepat Amankan Akomodasi Atlet

Kaltara

Anak Anak Sekolah BDR Akibat Kabut Asap, Menu MBG di Nunukan Disalurkan ke Ponpes dan Lembaga Sosial

badge-check


					Sejumlah menu MBG yang diasalurkan ke Lembaga Sosial dan Ponpes karena anak anak sekolah BDR akibat sebaran kabut asap kiriman dari Bulungan. Dok.Fitra Diani. Perbesar

Sejumlah menu MBG yang diasalurkan ke Lembaga Sosial dan Ponpes karena anak anak sekolah BDR akibat sebaran kabut asap kiriman dari Bulungan. Dok.Fitra Diani.

NUNUKAN, infoSTI – Jatah MBG untuk anak anak sekolah di Nunukan, Kalimantan Utara, dialihkan untuk Lembaga Sosial, Podok Pesantren dan Posyandu, pasca keluarnya SE Bupati Nunukan, Kalimantan Utara tentang kesiapsiagaan dan antisipasi dampak sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Nunukan.

SE dengan Nomor B/226/360/BPBD/VIII/2026 tersebut, mendasari kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi anak anak sekolah, mulai Senin (31/8/2026) sampai kualitas udara di Nunukan dinyatakan membaik.

Koordinator SPPG Wilayah Nunukan, Fitra Diani mengatakan, jatah MBG hari ini, tetap disalurkan meski Bupati Nunukan, Irwan Sabri telah mengeluarkan SE yang salah satu poinnya meminta anak anak sekolah belajar secara daring.

‘’SE tersebut keluar di malam hari, saat bahan baku masakan MBG sedang diproses. Sehingga harus diolah, namun pendistribusiannya dialihkan ke Lembaga Sosial, Pondok Pesantren, Panti Asuhan,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Senin (31/8/2026).

‘’Sasaran utama yang tetap menerima MBG hanya Posyandu,’’ imbuhnya.

Fitra mengatakan, ada sekitar 8.385 menu MBG yang disalurkan untuk hari ini.

Saat ini, di Kabupaten Nunukan terdapat 15 dapur/SPPG dengan rincian, Pulau Nunukan 8 unit, Pulau sebatik 5 unit, dan wilayah 4 sebanyak 2 unit.

Dari 15 SPPG, 1 unit masih belum beroperasi karena kendala administrasi.

Sasaran MBG dari 14 dapur tersebut, diperuntukkan bagi 207 sekolah dan 88 unit Posyandu.

‘’Hari ini kita salurkan, Selasa sampai Rabu, kita libur. Kan ada evaluasi setiap tiga hari akibat kabut asap ini. Kalau Kamis 3 September 2026, masih terjadi kabut asap, otomatis penyaluran MBG kita setop. Patokan pelayanan MBG itu ketika ada aktifitas belajar mengajar,’’ jelasnya.

Diberitakan, Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Irwan Sabri, megeluarkan SE Nomor, B/226/360/BPBD/VIII/2026 tentang kesiapsiagaan dan antisipasi dampak sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Nunukan.

Hal tersebut, menimbang terjadinya kabut asap cukup pekat yang dikhawatirkan mempengaruhi kesehatan masyarakat, khususnya anak anak dan warga rentan.

‘’Hari ini kita melihat ada kabut asap terjadi cukup pekat. Kita lakukan rapat, dan mengambil langkah BDR bagi anak anak sekolah,’’ ujarnya, dihubungi, Minggu (30/8/2026).

Ia menegaskan, kesehatan anak anak tetap menjadi prioritas, sehingga kebijakan tersebut diambil. Dampak bahaya asap dari Karhutla, berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernafasan.

Irwan juga menyatakan telah meminta Dinas Pendidikan untuk mengawal proses BDR, meminta Disdik terus berkoordinasi intens dengan Dinas Kesehatan dan BPBD, sampai kualitas udara membaik.

‘’Jadi mulai besok, Senin 31 Agustus 2026, BDR mulai dilakukan. Kita lakukan evaluasi setiap tiga hari sekali. Ketika sudah memungkinkan untuk belajar normal, maka proses belajar mengajar di sekolah kembali dilakukan,’’ jelasnya.

Ia menjelaskan, sebaran asap yang terjadi di Nunukan, merupakan kiriman dari Kabupaten Bulungan.

‘’Laporan BPBD, kabut asap yang terjadi di Kabupaten Nunukan adalah kiriman dari Bulungan. Tidak ada Karhutla di Nunukan,’’ kata dia.

Selain persoalan BDR, SE dimaksud juga mengimbau masyarakat selalu menggunakan masker, memperbanyak minum air putih dan menjaga stamina.

Termasuk anjuran bagi nelayan dan pengguna alat transportasi agar berhati hati dan lebih baik setop sementara jika kabut asap mengganggu jarak pandang.

‘’Mohon masyarakat tidak melakukan aktifitas yang berhubungan dengan pembukaan lahan dengan cara membakar untuk mencegah penyebaran asap yang dapat mengganggu kesehatan dan lalu lintas transportasi,’’ imbuhnya.

Untuk diketahui, kebakaran Hutan dan Lahan di Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan masih terjadi sejak Minggu (16/8/2026). Kebakaran terjadi di banyak titik yang merupakan lahan gambut dan mayoritas daerah yang sulit terjangkau.

Kasi Kedaruratan BPBD Bulungan, Supranoto menyebut, hingga Sabtu (29/8/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 50 hektar.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara