NUNUKAN, infoSTI – Seorang laki laki terlantar, Aras Koddi (47), yang ditampung Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, ditemukan meninggal dunia, Rabu (1/7/2026).
Kabid Rehabilitasi Sosial DSP3A Nunukan, Yarius menuturkan, Almarhum Aras Koddi, beralamat KTP di Jalan Sei Banjar, RT 007, Desa Binusan.
“Aras Koddi merupakan eks Pekerja Migran Malaysia. Ketika Covid 19 terjadi, dia tinggal di Nunukan karena tidak bisa balik ke Malaysia,” ujar Yarius, Kamis (2/7/2026).
Selama di Nunukan, Aras bekerja serabutan untuk menyambung hidup. Sampai akhirnya, pada Desember 2025, DSP3A Nunukan menerima laporan warga adanya orang terlantar dalam kondisi sakit.
Petugas kemudian menindaklanjuti dengan asesment dan membuatkan surat rujukan ke RSUD.
“Sejak itu, atau sekitar 6 bulan, Almarhum kita tampung di shelter, kita terus dampingi beliau kontrol ke RSUD. Ia mengalami diare akut,” imbuhnya.
Yarius melanjutkan, kondisi Aras memang cukup mengenaskan, tanpa sanak saudara, ia cukup tersiksa dengan penyakit yang diidapnya.
Tubuhnya kurus kering. Rasa sakit dan kesepian yang ia alami, membuat semangatnya redup.
Petugas kerap mendapati pandangan mata Aras yang kosong menatap suasana luar shelter dari kaca jendela tempat ia ditampung.
Terakhir kali Aras kesakitan, ia dilarikan ke RSUD Nunukan pada Selasa (30/6/2026).
“Setelah dibawa pulang ke shelter, besoknya saat pergantian shift jaga, petugas mendapati tubuh Aras sudah dingin, ia meninggal dunia,” kata Yarius.
Yarius menegaskan, pada Rabu (1/7/2026)
Bidang Rehabilitasi Sosial turut mendampingi seluruh rangkaian proses penanganan Aras.
Mulai dari pendampingan saat klien mendapatkan pelayanan, hingga proses pemulasaraan dan pemakaman.
Pendampingan yang dilakukan, merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan dan penghormatan terhadap martabat setiap warga negara, termasuk mereka yang hidup dalam kondisi terlantar.
“Kami berupaya agar seluruh proses dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, penghormatan, dan kepedulian,” lanjut Yarius.
Aras dimakamkan di TPU Jalan RA Bessing, Nunukan Selatan. Seluruh biaya dan proses pemakaman ditanggung DSP3A Nunukan.
Yarius juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama, terutama PMI dan RSUD Kabupaten Nunukan yang telah membantu, sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan baik, tertib, dan penuh rasa hormat.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga kerja sama serta kepedulian kita semua menjadi amal kebaikan,” harap Yarius.
Saat ini, DSP3A Nunukan masih menampung 3 orang terlantar. Masing masing,
1. Rappe. Lansia ini bahkan sudah ditampung di shelter selama 2 tahun.
2. Rahman, dengan kondisi stroke, yang sudah ditampung di shelter selama 1 tahun.
3. Talase, penderita diabetes, dan sudah ditampung selama 2 bulan di shelter.











