NUNUKAN, infoSTI – Ketua Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kalimantan Utara, Syamsuddin Arfah, melantik Johansyah untuk menakhodai PBFI Nunukan untuk periode 2026 – 2030, di Aula Kodim 0911/Nunukan, Sabtu (16/5/2026) malam.
Dalam sambutan perdananya, Johansyah menegaskan bahwa pengukuhan dan pelantikan ini, merupakan amanah berat untuk memajukan PBFI Nunukan.
“Untuk itu mari para pengurus yang dilantik malam ini, kita kerja bhakti, kita turun lapangan, jangan hanya di dalam ruangan. Kita jaring bibit muda, kita lakukan pembinaan dan kita beri pelatihan mental dan fisik sebagai atlet juara,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan, PBFI bukan hanya tentang otot dan panggung kompetisi, melainkan tentang sportifitas dan mental juara.
Kabupaten Nunukan, memiliki potensi besar dalam penggemblengan dan menghasilkan atlet unggulan.
“Kita akan jaring bibit atlet, kita latih mereka agar bisa berbicara banyak di Porprov Kaltara 2026,” imbuhnya.
PBFI dibawah kepemimpinannya, akan memperkuat kerja sama semua elemen, bersinergy lebih erat dengan semua pihak, demi membuat jam terbang atlet semakin tinggi.
“Kalau bukan kita siapa lagi. Dan saya ucapkan terima kasih banyak kepada Dandim 0911 Nunukan yang sudah memberikan dukungan kepada PBFI Nunukan dengan menyediakan tempat pelantikan,” katanya.
Ketua PBFI Kaltara, Syamsuddin Arfah, memberikan apresiasi tinggi atas PBFI Nunukan yang diakui sebagai penghasil atlet PBFI terbanyak di Kaltara.
Syamsuddin meminta keunggulan tersebut bisa ditingkatkan dan semakin dipoles lebih baik, agar para atlet Nunukan lebih mumpuni dan berkualitas.
“Saat ini, fitness sudah menjadi life style, ini memudahkan kita dalam penjaringan. Tinggal bagaimana melatih mereka untuk menjadi juara diatas panggung,” katanya.
Atlet atlet Nunukan juga sudah membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan.
Ia mencontohkan, dalam Benuanta Muscle Fitness (BMF), sejak 2021 hingga 2025, Nunukan masih masuk kategori Kabupaten dengan atlet terbanyak di Kaltara.
“Saya apresiasi Ketua PBFI Nunukan yang lama, Syarifin. Dibawah kepemimpinannya, banyak atlet Nunukan bertanding, dan banyak yang meraih juara,” katanya lagi.
Syamsuddin juga berharap, Porprov Kaltara bisa digelar dalam waktu dekat di Malinau.
Dalam kondisi gejolak global yang terjadi, even Porprov belum ada kejelasan, bahkan saat ini, Cabor PBFI masih dalam lobi untuk diikutsertakan di PON 2026 di NTT.
“Kendati demikian, tetap semangat, siapkan atlet, kita berharap even even tersebut digelar, dan kita semua siap berkompetisi,” imbaunya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Nunukan, Joned, mengatakan, Pemkab Nunukan siap mendukung penuh PBFI dengan misi memajukan olahraga body fitnessnya.
“Era digital saat ini justru menempatkan fitness sebagai gaya hidup. Ini peluang untuk dikembangkan lebih maju, dan Pemkab Nunukan tak akan tinggal diam. Kita akan berkolaborasi dan bersinergy untuk memajukan olahraga ini,” kata Joned.











