NUNUKAN, infoSTI – Anggota DPRD Nunukan, Ramsah, mengunjungi Kampung Tebol, sebuah perkampungan di wilayah administrasi Desa Sei Limau Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Kampung tanpa listrik ini, menyimpan asa untuk bisa menikmati listrik PLN seperti daerah lain.
Warga Kampung Tebol, mayoritas pekerja kebun kelapa sawit, dan hanya segelintir saja yang memiliki mesin genset untuk penerangan.
Sebagian warga yang memiliki genset, mengoperasikan mesin itu mulai pukul 18.00 sampai pukul 22.00 wita. Yang tak punya mesin, menggunakan penerangan alternatif seperti damar atau lampu teplok.
Jika mereka ingin mengisi daya baterai Hp, mereka datang ke rumah yang memiliki genset untuk numpang mencarger Hp.
Gadget, dianggap sebagai satu-satunya sarana hiburan masyarakat. Warga setempat melepas lelahnya setelah seharian berada di kebun, dengan berkumpul di ruang keluarga untuk menonton video atau mendengarkan musik di handphone.
Jika mereka ingin menonton televisi, mereka pergi ke kampung Lodres yang ada listrik PLN yang jaraknya lumayan jauh. Biasanya, mereka nongkrong di warung dan nobar bola rame rame.
‘’Ini sebuah fenomena dan pemandangan yang membuat kita miris. Kesenjangan terjadi cukup jauh, dan kita butuh PLN untuk menyikapi ini dengan serius,’’ ujar Ramsah.
Sebenarnya, usulan pemasangan jaringan listrik di Kampung Tebol maupun di Kampung Lapio, telah dilakukan sejak 2020 silam.
Saat itu, PLN berdalih tidak dapat memobilisasi tiang beton lantaran buruknya akses jalan di lokasi itu.
Anggota DPRD Nunukan juga sempat langsung datang ke PLN Wilayah Berau Kalimantan Timur, membawa persoalan ini.
Langkah DPRD direspons PLN dengan menurunkan tim survei dan assistensi masalah.
Namun sampai hari ini, pemasangan jaringan listrik PLN, belum juga terealisasi.
‘’Sudah puluhan tahun masyarakat Kampung Tebol belum pernah menikmati listrik. Kita akan kawal masalah ini, dan memastikan PLN untuk menjadikan pemasangan instalasi listrik disini sebagai prioritas,’’ tegasnya.











