NUNUKAN, infoSTI – Sejumlah lahan yang berada di Jalan Lapas Nunukan dan Jalan Anastasia Wijaya, Nunukan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara, terbakar hebat pada Minggu (10/5/2026).
Kasubid Penyelamatan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanuddin menuturkan, api berkobar sejak pukul 13.00 wita, dan upaya pemadaman dilakukan petugas gabungan bersama warga sekitar, sampai pukul 22.00 wita.
‘’Upaya pemadaman dilakukan sejak pukul 18.00 wita. Kondisi wilayah yang berbukit cukup tinggi, ditambah kondisi gelap dengan jarak pandang terbatas, menjadi tantangan dalam upaya pemadaman,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Senin (11/5/2026).
Bahkan hingga pukul 22.00 wita, kata Hasan, api belum dapat dipadamkan sepenuhnya.
Para petugas maupun relawan, bekerja ekstra keras untuk memadamkan api.
Luasnya lahan yang terbakar pada areal perbukitan dengan jurang dalam, menjadi kendala serius.
Selain itu, kondisi gelap membuat jarak pandang sangat terbatas, ditambah resiko serangan hewan.
Cuaca kemarau dan nihilnya sumber air di sekitar lokasi yang terbakar, semakin menyulitkan upaya pemadaman.
‘’Kita lakukan segala cara, mengangkut air dengan profil tank menggunakan mobil pikap, menyemprot api degan pompa gendong, sampai upaya pemadaman manual dengan alat kepyok, kami lakukan semua,’’ tuturnya.
Ia menguraikan, untuk lahan di belakang Lapas Nunukan yang terbakar sejak pukul 13.00 wita, merupakan lahan milik warga yang diduga sengaja dibakar untuk perkebunan. Luas lahan yang terbakar di areal tersebut sekitar 1 Ha.
‘’Di TKP belakang LAPAS Nunukan, upaya pemadaman dilakukan hingga pukul 17.30 wita, dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya,’’ tutur Hasan.
Sementara lahan di Jalan Anastasia Wijaya, Panamas, RT 03, Kelurahan Mansapa, Nunukan Selatan, merupakan lahan kosong di areal perbukitan dan belum diketahui pemiliknya.
‘’Tim masih berada di lapangan untuk terus memantau perkembangan situasi Karhutla. Adapun luasan lahan yang terbakar hingga pukul 22.00 wita, diperkirakan lebih dari 8 ha,’’ kata Hasan.











