Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Nunukan

Sejumlah Murid SD Alami Gondongan, Dinkes Nunukan Keluarkan Imbauan Pencegahan Untuk Seluruh Sekolah

badge-check


					Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia, Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia,

NUNUKAN, infoSTI – Penyakit gondongan, sedang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sejak ada lima laporan anak SD mengalami gondongan, dalam dua hari terakhir, Dinkes sudah memerintahkan Puskesmas melakukan pencegahan dan mengimbau masyarakat sekitar untuk mewaspadai penularan gondongan.

‘’Kita sudah keluarkan edaran untuk semua sekolah. Meski dampaknya tidak terlalu bahaya, tetap saja butuh antisipasi dan gerak cepat agar tidak banyak menginfeksi anak lain,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia, ditemui, Senin (18/11/2024).

Miskia meminta pihak sekolah bisa lebih memperhatikan murid dan siswanya.
Ketika menemukan anak dengan gejala demam, mengeluhkan sulit menelan, sakit kepala dan muncul pembengkakan di bagian rahang, agar segera menghubungi dokter di Puskesmas terdekat.

‘’Mungkin kalau anak anak agak cepat menyebar. Karena penularan gondongan ini kan dari droplet atau air liur. Anak anak kalau jajan biasa dimakan sama sama. Makan sama sama, itu yang membuat penularannya cepat,’’ jelas Miskia.

Sejauh ini, gondongan ditemukan di sekolah perkotaan di Nunukan. Belum ada laporan yang terjadi di daerah pedalaman.

Kendati demikian, surat edaran Dinkes untuk Puskesmas, dan Pustu, diharap menjadi langkah antisipasi untuk menekan sebaran penyakit MUMPS/Gondongan, yang disebabkan virus Paramoxyvirus tersebut.

‘’Kita anjurkan agar anak anak dengan gejala yang saya sebutkan, agar tidak masuk sekolah dulu. Isolasi dulu saja di rumah. Paling tidak lama, seminggu juga sudah membaik biasanya,’’ kata dia.

Ia menambahkan, merebaknya virus yang menyerang kelenjar air liur di sekitar leher ini, disebabkan karena cakupan vaksinasi yang rendah dan keengganan orang tua untuk memvaksin anaknya.

Cara pengobatannya, bisa dengan pemberian vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR).

‘’Kami sudah warning Kepala Sekolah untuk melakukan sterilisasi area sekolah dengan disinfektan dan terus mengedukasi siswa serta warga sekolah, untuk menjaga pola hidup sehat,’’ tutupnya.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan