Menu

Mode Gelap
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Tas Hitam di Pulau Sebatik Bupati Nunukan Pastikan Prioritas Pembangunan Jalan Krayan, Dibangun Dengan Skema Multiyears Untuk Periode 2027–2029 Operasi Narkoba di Sebatik Barat, Polisi Amankan 4 Pemain Sabu Sabu, Sita 33 Paket Hemat Siap Edar Harga Rumput Laut Nunukan Mencapai Rp 31.000/Kg, Upah Pengikat Bibit Naik, Jumlah Produksi Ikut Terdongkrak Sudah 8 Bulan Kasus Dugaan Korupsi Koperasi PNS Nunukan Belum Masuk Persidangan, Polisi : Bakal Ada ASN Jadi Tersangka Baru Diterpa Angin Kencang, Sekitar 12 Atap Bangunan di Pedalaman Sebuku Porak Poranda, Termasuk Gedung SMP

Nunukan

Sejumlah Murid SD Alami Gondongan, Dinkes Nunukan Keluarkan Imbauan Pencegahan Untuk Seluruh Sekolah

badge-check


					Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia, Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia,

NUNUKAN, infoSTI – Penyakit gondongan, sedang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sejak ada lima laporan anak SD mengalami gondongan, dalam dua hari terakhir, Dinkes sudah memerintahkan Puskesmas melakukan pencegahan dan mengimbau masyarakat sekitar untuk mewaspadai penularan gondongan.

‘’Kita sudah keluarkan edaran untuk semua sekolah. Meski dampaknya tidak terlalu bahaya, tetap saja butuh antisipasi dan gerak cepat agar tidak banyak menginfeksi anak lain,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia, ditemui, Senin (18/11/2024).

Miskia meminta pihak sekolah bisa lebih memperhatikan murid dan siswanya.
Ketika menemukan anak dengan gejala demam, mengeluhkan sulit menelan, sakit kepala dan muncul pembengkakan di bagian rahang, agar segera menghubungi dokter di Puskesmas terdekat.

‘’Mungkin kalau anak anak agak cepat menyebar. Karena penularan gondongan ini kan dari droplet atau air liur. Anak anak kalau jajan biasa dimakan sama sama. Makan sama sama, itu yang membuat penularannya cepat,’’ jelas Miskia.

Sejauh ini, gondongan ditemukan di sekolah perkotaan di Nunukan. Belum ada laporan yang terjadi di daerah pedalaman.

Kendati demikian, surat edaran Dinkes untuk Puskesmas, dan Pustu, diharap menjadi langkah antisipasi untuk menekan sebaran penyakit MUMPS/Gondongan, yang disebabkan virus Paramoxyvirus tersebut.

‘’Kita anjurkan agar anak anak dengan gejala yang saya sebutkan, agar tidak masuk sekolah dulu. Isolasi dulu saja di rumah. Paling tidak lama, seminggu juga sudah membaik biasanya,’’ kata dia.

Ia menambahkan, merebaknya virus yang menyerang kelenjar air liur di sekitar leher ini, disebabkan karena cakupan vaksinasi yang rendah dan keengganan orang tua untuk memvaksin anaknya.

Cara pengobatannya, bisa dengan pemberian vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR).

‘’Kami sudah warning Kepala Sekolah untuk melakukan sterilisasi area sekolah dengan disinfektan dan terus mengedukasi siswa serta warga sekolah, untuk menjaga pola hidup sehat,’’ tutupnya.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan