Menu

Mode Gelap
Tergoda Khasiat Minyak Lintah, Pelajar SMP di Nunukan Malah Jadi korban Cabul Oknum PPPK Antisipasi Listrik Byar Pet, PLN Nunukan Relokasi 4 Unit Mesin Baru dengan Kapasitas 5 MW Kabupaten Nunukan Sudah Berusia 26 Tahun, Fraksi Nasdem Usulkan Pemekaran Kecamatan Nunukan Timur Kabut Asap Kian Pekat, DPRD Nunukan : Kita Tak Hanya Dituntut Bersimpati Banyak TKI Lakukan Itsbat Nikah di Sebatik, Mulai ABG Hingga Pasangan Lansia dengan Banyak Cucu Jaksa Musnahkan Barang Bukti dari 58 Perkara Pidana Periode Ketiga 2026

Advertorial

Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur Sebatik Disorot, Ramsah Desak Jalan Poros Tengah Masuk Prioritas Anggaran Tahun 2026

badge-check


					Ramsah mengkritik betapa alokasi anggaran pembangunan jalan di Pulau Sebatik masih jauh dari kata adil pada rapat kerja hasil monitoring DPRD bersama Dinas PUPR Nunukan, Senin (27/4/2026) Dok.DPRD Nunukan. Perbesar

Ramsah mengkritik betapa alokasi anggaran pembangunan jalan di Pulau Sebatik masih jauh dari kata adil pada rapat kerja hasil monitoring DPRD bersama Dinas PUPR Nunukan, Senin (27/4/2026) Dok.DPRD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI — Ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan RI – Malaysia di Pulau Sebatik, mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Nunukan, Ramsah.

Dalam rapat kerja hasil monitoring DPRD bersama Dinas PUPR Nunukan, Ramsah mengkritik betapa alokasi anggaran pembangunan jalan di Pulau Sebatik masih jauh dari kata adil.

Sejumlah jalan di Pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini masih minim perhatian.

“Ini menyangkut keadilan pembangunan. Jangan sampai wilayah tertentu terus dibiarkan tertinggal, sementara daerah lain melaju pesat. Azas pemerataan yang kita tuntut,” ujar Ramsah, Senin (27/4/2026).

Sampai hari ini, diskriminatif prioritas pembangunan masih sangat terasa. Hal ini, kata dia, menunjukkan cerminan lemahnya perencanaan prioritas pembangunan di tingkat daerah.

‘’Padahal,sebagai kawasan perbatasan, Pulau Sebatik seharusnya mendapat perhatian lebih dalam hal konektivitas dan aksesibilitas,’’ lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Ramsah mendesak Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk memasukkan pembangunan Jalan Poros Tengah Sebatik, dalam prioritas anggaran Tahun 2026.

Ruas jalan yang dimaksud, mencakup Jalan Bhakti Husada hingga Desa Tanjung Harapan, Desa Bukit Harapan, Desa Maspul, Kampung Tebol hingga Desa Sei Limau.

Ia kembali menegaskan, tak akan ada bantahan bagi pembangunan wilayah perbatasan, justru hal tersebut adalah langkah krusial dan strategis, terutama dalam konteks NKRI.

‘’Pembangunan di kawasan perbatasan tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kedaulatan wilayah, tetapi juga sebagai pendorong kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat setempat,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial