Menu

Mode Gelap
Monitoring LKPJ 2025, DPRD Nunukan Temukan Bangunan Mushola Dibangun Asal Jadi Ganti Rugi Embung Lapri Tak Kunjung Terbayar, 40 KK Minta SK Penetapan Lahan Dicabut, Bakal Tuntut Pemda Rp 271 Miliar Rencana Pemindahan PKL di Alun Alun Nunukan Ricuh, Para Pedagang Minta Diselesaikan di DPRD Mutasi Berujung Gugatan PTUN, Pemkab Nunukan Bantah Lakukan Demosi Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur Sebatik Disorot, Ramsah Desak Jalan Poros Tengah Masuk Prioritas Anggaran Tahun 2026 Apel gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan, KPPBC Nunukan Perkuat Sinergytas Bersama APH Perbatasan RI – Malaysia

Advertorial

Apel gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan, KPPBC Nunukan Perkuat Sinergytas Bersama APH Perbatasan RI – Malaysia

badge-check


					Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Pemberantasan Penyelundupan di wilayah Kabupaten Nunukan, yang dinisiasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, di Mako LANAL Nunukan, Senin (27/04/2026). Dok.Prokopim. Perbesar

Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Pemberantasan Penyelundupan di wilayah Kabupaten Nunukan, yang dinisiasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, di Mako LANAL Nunukan, Senin (27/04/2026). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Penjabat sekertaris Daerah kabupaten Nunukan Drs. Raden Iwan Kurniawan, menghadiri Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Pemberantasan Penyelundupan di wilayah Kabupaten Nunukan, yang diinisiasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, di Mako LANAL Nunukan, Senin (27/04/2026).

Apel gelar pasukan,  diikuti TNI, Polri, Bea dan Cukai serta unsur Forkopimda Nunukan.

Kepala Kantor KPPBC Nunukan, Rommy Heryadi mengatakan, apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam rangka menghadapi tantangan nyata di wilayah perbatasan, khususnya ancaman penyelundupan yang masih kerap terjadi di Kabupaten Nunukan sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Entah itu penyelundupan elektronik dan gadget, pakaian dan tekstil, barang konsumsi dan minuman, rokok dan produk tembakau, obat-obatan dan kosmetik, sparepart dan kendaraan bermotor, serta barang lain yang masuk kategori larangan dan terbatas/Lartas.

Ia menegaskan, sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan.

‘’Tidak ada satu instansi pun yang mampu bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas permasalahan penyelundupan. Oleh karena itu, kolaborasi antara Bea Cukai, TNI – POLRI serta instansi terkait lainnya, harus terus diperkuat dan ditingkatkan,’’ ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa penyelundupan dapat merugikan keuangan negara melalui hilangnya potensi penerimaan pajak juga merusak stabilitas ekonomi.

Penyelundupan juga dapat melemahkan kedaulatan negara dan menciptakan celah bagi berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang lebih besar

‘’Pemerintah Republik Indonesia melalui program prioritas Presiden telah menaruh perhatian besar terhadap pengamanan wilayah perbatasan, termasuk di Kalimantan Utara,’’ ucapnya.

Penguatan pengawasan, peningkatan infrastruktur keamanan, serta optimalisasi peran aparat di lapangan, menjadi bagian penting dari upaya nasional dalam menjaga wilayah perbatasan dari berbaga ancaman, termasuk penyelundupan.

“Kita sebagai pelaksana di daerah memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam tindakan nyata di lapangan. Harus secara aktif dan konsisten melakukan penindakan terhadap segala bentuk kegiatan penyelundupan, khususnya yang melalui wilayah Kabupaten Nunukan”, imbuhnya.

Rommy mengajak segenap peserta apel untuk memastikan bahwa koordinasi berjalan efektif, pertukaran informasi berlangsung cepat dan akurat, serta pelaksanaan tugas di lapangan dilakukan secara terpadu dan profesional.

Tidak boleh ada ruang bagi pelaku penyelundupan. Setiap pelanggaran, harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ia berpesan kepada seluruh peserta apel, untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

‘’Tingkatkan kewaspadaan di setiap lini, jangan lengah terhadap setiap potensi ancaman yang ada, Jadikan sinergi sebagai kekuatan utama, integritas sebagai landasan, dan keberanian sebagai semangat dalam menegakkan hukum,’’

‘’Kita semua adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras kita bersama,’’ tutupnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial