Menu

Mode Gelap
Monitoring LKPJ 2025, DPRD Nunukan Temukan Bangunan Mushola Dibangun Asal Jadi Ganti Rugi Embung Lapri Tak Kunjung Terbayar, 40 KK Minta SK Penetapan Lahan Dicabut, Bakal Tuntut Pemda Rp 271 Miliar Rencana Pemindahan PKL di Alun Alun Nunukan Ricuh, Para Pedagang Minta Diselesaikan di DPRD Mutasi Berujung Gugatan PTUN, Pemkab Nunukan Bantah Lakukan Demosi Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur Sebatik Disorot, Ramsah Desak Jalan Poros Tengah Masuk Prioritas Anggaran Tahun 2026 Apel gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan, KPPBC Nunukan Perkuat Sinergytas Bersama APH Perbatasan RI – Malaysia

Advertorial

Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah yang ke-30, Hermanus Berharap Mampu Optimalisasi PAD Demi Kesejahteraan Masyarakat

badge-check


					Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, memimpin upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 30 di halaman Kantor Bupati Nunukan, Senin, (27/4/2026). Dok.Prokopim. Perbesar

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, memimpin upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 30 di halaman Kantor Bupati Nunukan, Senin, (27/4/2026). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, memimpin upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 30 di halaman Kantor Bupati Nunukan, Senin, (27/4/2026).

Untuk diketahui, Hari Otonomi Daerah diperingati setiap 25 April, berdasar Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996.

Peringatan hari Otonomi Daerah, bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, mendorong inovasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan daerah yang lebih baik serta berdaya guna.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah ‘Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita untuk semakin memperkuat sinergitas pemerintah pusat – daerah’.

Hermanus membacakan sambutan Kemendagri yang menekankan sejumlah barometer dan poin penting untuk direfleksikan, masing masing,

  1. Peningkatan Kinerja dan Kompetensi yang memotivasi pemerintah daerah untuk terus berinovasi untuk pelayanan yang lebih baik dan optimal.
  2. Optimalisasi APBD pemerintah daerah didorong untuk lebih mengoptimalisasikan APBD untuk pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi.
  3. Kewenangan dan Kapasitas, Mendagri menegaskan bahwa kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah harus diiringi oleh kapasitas SDM yang berkualitas.
  4. Sinergi Pemerintah Pusat-Daerah harus semakin kuat dan solid.
  5. Optimalisasi Potensi Daerah, menggali potensi daerah secara maksimal untuk kemandirian dan kesejahteraan daerah.

Selanjutnya, terdapat 4 hal yang menjadi point penting dalam peringatan hari Otonomi Daerah yang ke-30 Tahun 2026 yaitu :

Pertama, peningkatan kinerja pemerintah Daerah, lebih memaksimalkan pelaksanan urusan wajib dan utama terutama di sektor Pendidikan dan Kesehatan, peningkatan sumber daya manusia untuk pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat dan tetap terkordinasi dengan pemerintah pusat.

Kedua, Penguatan Inovasi Daerah, memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang, penyederhanaan birokrasi dan pendekatan pelayan kepada masyarakat yang lebih responsif dan lebih inovatif yang akan mempercepat pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat lebih tepat.

Ketiga, Sinergi dan Kolaborasi, menghindari ego sektoral dan harus mampu membangun kemitraan dan sinergitas yang kuat dengan pemerintah pusat .

Keempat, Penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel untuk memastikan setiap program dan anggaran benar-benar memberi manfaat yang besar bagi masyarakat.

Hermanus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemimpin-pemimpin terdahulu yang telah menjadikan Kabupaten Nunukan seperti sekarang ini.

‘’Saya berharap Pemkab Nunukan mampu terus mengoptimalisasi dan meningkatkan APBD untuk peningkatan PAD yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat kabupaten Nunukan,’’

‘’Menjaga aset otonomi daerah yang menjadi atensi dan poin besar bagi pemerintah kabupaten Nunukan untuk kelangsungan generasi yang akan datang yang lebih baik dan cemerlang,’’ ujarnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial