NUNUKAN, infoSTI – Yayasan Aztrada Garuda Jaya di Nunukan, Kalimantan Utara, kembali membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selisun, di Jalan Lingkar, Nunukan Selatan, Senin (20/4/2026).
SPPG Selisun, merupakan SPPG ke -6 yang resmi beroperasi di Kaltara, setelah sebelumnya yayasan milik salah satu pengusaha besar asal Pulau Sebatik, Haji Nuwardi, meresmikan SPPG di Kota Tarakan, Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Pulau Sebatik (2 SPPG) dan Nunukan.
Untuk SPPG Selisun, melayani sekitar 1.009 anak anak sekolah, terdiri dari 3 sekolah PAUD dan TK, serta SMAN 1, yang semuanya berlokasi di Kecamatan Nunukan Selatan.
Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud Is mengatakan, derasnya kritikan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap sebuah masukan positif bagi berkembangnya visi misi Presiden RI, Prabowo Subianto dalam mencoba meningkatkan kualitas SDM untuk generasi emas.
“Kita tak pernah menutup diri pada kritik. Silahkan kritik permasalahan MBG, tapi tolong jangan lewat media sosial,” ujarnya, saat meresmikan pembukaan SPPG Selisun sekaligus distribusi perdana untuk 4 sekolah di wilayah Nunukan Selatan.
Ibnu Saud menegaskan, kritik lewat Medsos, hanya menimbulkan perspektif negatif dan tak menyelesaikan permasalahan.
Apalagi, medsos dimiliki oleh orang asing yang rentan propaganda dan memicu gorengan politik.
“Silahkan protes lewat Kades, Camat, Bupati biar ditembuskan ke BGN, semua akan segera ditindaklanjuti dan tak perlu memancing perdebatan yang tak berujung di Medsos,” tegasnya.
Wakil Walikota Tarakan ini juga menegaskan, MBG merupakan program jangka panjang yang manfaatnya tak bisa langsung terlihat dalam setahun dua tahun.
Ia membantah MBG dicap sebagai investasi yang hanya berakhir di toilet.
MBG merupakan sebuah langkah untuk mengatasi stunting yang mengancam tumbuh kembang dan kecerdasan berfikir generasi bangsa.
“Faktanya, MBG justru menghidupkan ekonomi masyarakat, mulai kalangan petani, nelayan hingga pedagang pasar,” kata Ibnu Saud.
Sementara itu, Bupati Nunukan, Irwan Sabri mengatakan, pendirian SPPG di Kabupaten Nunukan mampu menyerap tenaga kerja, dan menjadi solusi bagi para petani, peternak dan cukup membantu Pemerintah Daerah untuk mengatasi stunting, khususnya di perbatasan RI – Malaysia.
“Kita tak bisa menutup mata juga dengan efek domino dari Program MBG. Perekonomian bergerak, Ibu Hamil tercukupi gizinya dan data stunting mengalami penurunan,” kata dia.
Irwan juga menegaskan bahwa kritik dan kecaman masyarakat menjadi sebuah kontrol sosial dan dasar untuk evaluasi kinerja lebih baik.
“Selama niat kita baik, program yang kita jalankan memberi manfaat bagi orang banyak, dan semua pertanggungjawabannya jelas, kita teruskan. Saya juga dihujat masyarakat Nunukan, kita luruskan niat, evaluasi kinerja dan fokus pada tujuan,” kata Irwan Sabri.











