Menu

Mode Gelap
Susu UHT Langka, Suplier Kesulitan Mendapatkan Kuota, Usaha yang Dirintis Anak Anak Muda di Perbatasan RI – Malaysia Terancam Tutup Pembayaran Ganti Rugi Embung Lapri, Irwan Sabri : Komitmen yang Pasti Direalisasikan, Minta Masyarakat Bersabar Harga Plastik di Nunukan Naik 100 Persen, DKUKMPP Imbau Kurangi Penggunaan Plastik, Bawa Tas Belanja dari Rumah Lantik 208 Pejabat Administrator Pengawas dan Fungsional, Bupati Nunukan Akan Evaluasi Kinerja Setelah Menjabat Enam Bulan Masyarakat Buka Paksa Pintu Embung Lapri, Pasokan Air Bersih Bagi Lebih 3500 Warga Sebatik Terhenti Rekaman Jualan Sabu Sabu di Depan Rumah Warga Viral, Polisi Buru Pelaku

Advertorial

Harga Plastik di Nunukan Naik 100 Persen, DKUKMPP Imbau Kurangi Penggunaan Plastik, Bawa Tas Belanja dari Rumah

badge-check


					Aneka minuman yang dikemas dengan gelas plastik, kini mengalami kenaikan harga. Dok.Reyna. Perbesar

Aneka minuman yang dikemas dengan gelas plastik, kini mengalami kenaikan harga. Dok.Reyna.

NUNUKAN, infoSTI – Harga plastik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami kenaikan signifikan dan berimbas pada naiknya harga kebutuhan lain di pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Dior Frames mengatakan, naiknya harga plastik di Indonesia, memiliki imbas yang serius di wilayah Nunukan yang merupakan perbatasan RI – Malaysia.

‘’Kenaikan di pasaran mencapai seratus persen. Memang di satu sisi ini saatnya mengurangi pemakaian plastic, tapi di sisi lain, kenaikan harga plastic meluas ke sejumlah usaha masyarakat,’’ ujarnya, ditemui Rabu (8/4/2026).

Di pasar tradisional saja, kenaikan harga kebutuhan masyarakat saat ini, masih harus menanggung biaya plastik yang mahal.

Belum lagi jika melihat sejumlah usaha minuman kekinian, seperti halnya kopi yang saat ini cukup menjamur, karena mayoritas menggunakan gelas plastik.

‘’Sudah menjadi hukum pasar ketika ada kelangkaan barang, kenaikan harga menjadi keniscayaan. Yang terjadi di Nunukan seperti itu,’’ ujarnya lagi.

Di Kabupaten Nunukan dengan kondisi geografis hampir semua perairan, mayoritas barang kebutuhan dipasok dari jalur laut, sehingga harga juga tak murah.

‘’Tapi kita belum petakan berapa rincian kenaikan harganya, kita segera lakukan kunjungan ke pasar untuk mencatatkan berapa kenaikan harga dan imbasnya sejauh mana,’’ jelasnya.

Dior mengakui, dengan adanya kenaikan harga plastik, Nunukan mengalami efek domino yang tentu akan semakin menguras kantong dan berpotensi  menurunkan daya beli masyarakat.

Saat ini, kenaikan harga terjadi pada produk air minum dalam kemasan, pipa PVC, kursi plastik, drum, kantong kresek, gerabah plastik dan semua barang berbahan baku plastik.

Dari sejumlah wawancara DKUKMPP dengan supplier dan distributor, kenaikan memang terjadi skala nasional, karena pasokan bahan baku dari Asia Barat terhenti imbas perang Israel, Amerika dan Iran yang menutup Selat Hormuz.

Untuk diketahui, plastik sebagian besar berasal dari hasil pengolahan minyak bumi termasuk polyethylene (PE) dan polypropylene, dua jenis plastik yang paling banyak digunakan di dunia.

Kenaikan harga minyak akibat perang, tidak hanya meningkatkan biaya produksi plastik, tetapi juga harga bahan bakunya.

‘’Pedagang tradisional di sejumlah pasar juga teriak dan tak mau dibilang dagangannya mahal. Mereka bungkusnya make kantong kresek yang harganya mahal, jadinya dagangannya ikut dinaikkan,’’ kata dia.

Ia menyarankan para pedagang menggunakan paper bag, dan khusus bagi pedagang makanan, memanfaatkan boks makan dan kantong kertas sebagai pembungkus makanan.

Selain lebih sehat, kantong makan kertas lebih praktis dan ramah lingkungan.

‘’Langkah konkretnya memang kurangi penggunaan plastik. Saatnya beralih ke kertas dan bahan alami lain. Kalau gak ya bawa tas belanja dari rumah, itu lebih efektif lagi,’’ kata Dior lagi.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial