NUNUKAN, infoSTI – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggandeng Politeknik Pelayaran Barombong Makassar, untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian motoris di wilayah perbatasan RI – Malaysia, yang memiliki ketergantungan dengan transportasi laut.
Kerjasama ini, diharapkan menjadikan para motoris dan nakhoda lebih mahir dalam navigasi dasar dan respon darurat.
Menekankan budaya proaktif untuk pencegahan resiko di lautan, dapat memenuhi standar operasional yang ditentukan serta mendapat legalitas dalam berlayar.
Seluruh tujuan tersebut, dikemas dalam Diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 MIL, Senin, 06/04/2026.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus menegaskan, keselamatan dan kenyamanan bagi penumpang adalah hal penting dan utama dari setiap perjalanan yang dilakukan dengan menggunakan transportasi baik transportasi laut, darat maupun udara.
‘’Pertimbangan ini menjadi dasar Pemkab Nunukan melalui Dinas Perhubungan menginisiasi kegiatan Diklat BST dan SKK 60 Mil, bekerjasama dengan Politeknik Pelayaran Barombong Makassar,’’ ujar Hermanus.
Kabupaten Nunukan, kata Hermanus, memiliki geografis yang mayoritas adalah lautan dan mengandalkan transportasi air.
Dalam skala kecil, penyeberangan dilakukan menggunakan speed boat, yang mengantarkan penumpang menyeberang ke wilayah pulau Sebatik, ke Sei Ular, Seimanggaris, Sebuku dan sekitarnya.
Sedangkan untuk pelayaran dalam skala besar, dilayani oleh Kapal Pelni yang mengantarkan penumpang dari kabupaten Nunukan ke Kalimantan Timur, Sulawesi dan daerah Jawa.
‘’Peserta yang mengikuti diklat harus memiliki ketrampilan dan pengetahuan keselamatan serta operasional kelautan yang andal. Sehingga dalam aplikasinya nanti, para peserta sudah siap dan terampil dalam menjalankan pekerjaannya secara professional,’’ kata Hermanus lagi.
Diklat ini diikuti oleh 100 orang peserta. Sebanyak 70 peserta dari luar Nunukan dan 30 peserta lain dari Nunukan.
Kegiatan dihadiri Wakil Direktur Politeknik Pelayaran Barombong, Irwan SH.M.Mar E, Kepala KSOP Nunukan, Ahmad Kosasi, Asisten Ekonomi Pembangunan, Asisten Administrasi Pembangunan, Wakil Ketua DPRD Nunukan, perwakilan Forkopimda, serta pimpinan Instansi Vertikal dan pengajar.











