Menu

Mode Gelap
Minta Diantar Pulang, Gadis 17 Tahun di Nunukan Jadi Korban Pemerkosaan Pemilik Bengkel Jualan Liquid Narkoba, Pengedar di Nunukan Pesan di Malaysia, Ambil Barang di Perbatasan Setelah Pemasok Kirim Foto Lokasi Apresiasi Perekrutan Pemuda Dayak Sebagai TNI, DPRD Nunukan Berharap Kodim 0911 Programkan TNI Mengajar Narasi Larangan Buka Lahan dengan Membakar, ‘Arogansi Intelektual’ yang Mendiskreditkan Masyarakat Adat Dayak HUT TNI AL 81, LANAL Nunukan Perkuat Sinergy Bersama Masyarakat Pesisir Kodim 0911 Nunukan Lakukan Perekrutan Khusus Suku Dayak Untuk Calon Anggota TNI

Advertorial

LKPJ Bupati 2025, Target Investasi Tak Tercapai Karena Tingginya Angka Target Awal

badge-check


					Bupati Nunukan Irwan Sabri bersama Wakil Bupati Nunukan, Hermanus menyerahkan LKPJ Bupati Nunukan 2025 kepada Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa Hafid pasca sidang Paripurna, Jumat (27/3/2026). Perbesar

Bupati Nunukan Irwan Sabri bersama Wakil Bupati Nunukan, Hermanus menyerahkan LKPJ Bupati Nunukan 2025 kepada Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa Hafid pasca sidang Paripurna, Jumat (27/3/2026).

NUNUKAN, infoSTI – Bupati Nunukan, Irwan Sabri mengakui target investasi di Kabupaten Nunukan belum mampu menyentuh batas maksimalnya.

Hal tersebut, dikatakan pada Rapat Paripurna LKPJ Bupati Nunukan 2025, di Gedung DPRD Nunukan, Jumat (27/3/2026).

Irwan mengatakan, pada 22 indikator sasaran kinerja, terdapat 18 indikator yang telah mencapai kinerja sangat tinggi dengan interval nilai 91% sampai 100% bahkan melebihi 100%, diantaranya indeks kesejahteraan social.

Kendati demikian, ia juga mengakui terdapat 1 indikator kinerja yang mendapat predikat sangat rendah, yaitu realisasi investasi dengan capaian hanya 48,47%.

‘’Hal ini disebabkan karena tingginya target awal yang ditetapkan pada RPJMD Kabupaten Nunukan Tahun 2025-2029 untuk target realisasi investasi tahun 2025,’’ ujar Irwan Sabri.

Ia menjelaskan, target investasi yang tidak tercapai akibat ditetapkan terlalu tinggi adalah masalah umum, baik dalam konteks personal maupun ekonomi.

Hal ini sering kali berakar pada kurangnya realisme, perencanaan yang buruk, atau perubahan kondisi pasar yang tidak terprediksi.

Selanjutnya, berbicara masalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 yang ditargetkan sebesar Rp 1,89 Triliun, dapat direalisasikan sebesar Rp 1,72 Triliun, atau tercapai sebesar 91,09 persen.

Ia merincikan, PAD yang ditargetkan sebesar Rp 129,51 miliar, terealisasi sebesar Rp 126,44 miliar atau tercapai 97,64 persen.

Pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp 1,75 triliun, terealisasi senilai Rp 1,58 triliun atau tercapai sebesar 90,79 persen.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah, ditargetkan sebesar  Rp13,27 miliar, terealisasi sebesar Rp 8,83 miliar atau tercapai sebesar 66,55 persen.

Belanja daerah pada tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp 2,1 triliun dan direalisasikan sebesar Rp 1,77 triliun atau mencapai 82,50 persen, dengan rincian sebagai berikut:

Belanja operasi, dialokasikan sebesar Rp 1,38 triliun, dengan realisasi mencapai 85,03 persen atau senilai 1,17 triliun.

Belanja modal, dialokasikan sebesar Rp 481,41 milyar dengan realisasi sebesar Rp 357,66 milyar atau sebesar 74,29 persen.

Belanja tidak terduga, dialokasikan sebesar Rp 8,86 milyar, dengan realisasi sebesar Rp 3,86 milyar atau 43,61 persen

Belanja transfer, dialokasikan sebesar Rp 279,12 milyar, dengan realisasi mencapai 85,73 persen atau senilai Rp 239,30 milyar.

‘’Target pembiayaan daerah sebesar Rp 259 milyar, terealisasi sebesar Rp 259 milyar atau 100 persen,’’ kata Irwan Sabri.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial