NUNUKAN, infoSTI– Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah dalam rangka penghematan bahan bakar minyak (BBM) imbas perang di Timur Tengah.
Aturan tersebut, akan terbit dalam periode setelah libur Lebaran.
Lalu bagaimana kesiapan Pemerintah Daerah, dan skema apa yang telah mereka siapkan.
Pj Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Kurniawan mengatakan, meski saat ini Pemda Nunukan masih menunggu regulasi dari pusat, namun skema yang diberlakukan tak jauh beda dengan kondisi WFH saat merebaknya virus Covid-19 pada periode 2020 – 2021 lalu.
‘’Kita menunggu seperti apa regulasinya dari Pemerintah Pusat. Kalau skema yang kita siapkan mirip miriplah dengan mekanisme WFH saat covid-19 kemarin,’’ ujarnya, ditemui Jumat (27/3/2026).
WFH, kata Iwan, tentu tak serta merta semua bekerja dari rumah.
Bagi mereka yang bekerja di fasilitas pelayanan public, seperti bidang medis ataupun pelayanan masyarakat, akan ada mekanisme system shifting untuk memastikan pelayanan tidak terhenti.
‘’Yang jelas kita masih menunggu regulasi. Kita memiliki pola atau gambaran WFH mengacu saat darurat covid-19. Tapi untuk implementasi WFH dalam rangka penghematan BBM, kita bakal bahas kembali ketika aturannya sudah keluar,’’ jelas Iwan.
Presiden Prabowo, meminta seluruh pihak menghemat BBM untuk menghadapi gejolak harga dan pasokan minyak mentah akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Harga minyak dunia melonjak akibat perang di kawasan Timur Tengah tersebut.
Prabowo mengatakan Indonesia harus melakukan langkah-langkah proaktif menghadapi dampak perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran tersebut.











