Menu

Mode Gelap
Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H Hendak Kirim Paket Hemat Narkoba ke Nunukan, Pria Ini Digerebek Polisi di Dermaga Speed Boat Sebatik Pengawasan Internal, Para Perwira Polres Nunukan Lakukan Tes Urine

Kaltara

Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan

badge-check


					Tangkapan layar kedatangan Wabup Nunukan, Hermanus bersama sejumlah Pasukan Merah ke Gedung Pemkab Nunukan, Jumat (6/3/2026) yang dinarasikan ada luapan emosi akibat keretakan hubungan antara Wabup dan Bupati Irwan Sabri. Perbesar

Tangkapan layar kedatangan Wabup Nunukan, Hermanus bersama sejumlah Pasukan Merah ke Gedung Pemkab Nunukan, Jumat (6/3/2026) yang dinarasikan ada luapan emosi akibat keretakan hubungan antara Wabup dan Bupati Irwan Sabri.

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah video yang merekam kedatangan Wakil Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Hermanus dengan sejumlah Pasukan Merah, Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) mendatangi kantor Pemerintah Daerah, Jumat (6/3/2026) sedang heboh di media social.

Video tersebut, memutar visual Hermanus dengan nada tinggi memprotes sejumlah permasalahan di Kabupaten Nunukan, yang dinarasikan sebagai luapan emosi dan adanya keretakan dengan Bupati Nunukan, Irwan Sabri.

Nampak pula sebuah pot bunga yang pecah. dan akhir video menunjukkan adanya ritual do’a yang dipimpin langsung Hermanus, sebelum pergi meninggalkan Gedung Pemkab Nunukan.

Dimintai tanggapan atas gaduhnya persoalan tersebut, Bupati Nunukan, Irwan Sabri dengan tegas membantah isu yang beredar.

‘’Kalau narasinya keretakan, atau ketidak harmonisan hubungan Pak Wakil dan Bupati, itu sama sekali tidak benar. Kami selalu membangun komunikasi dan selalu mendiskusikan semua persoalan di Kabupaten Nunukan,’’ ujarnya saat dihubungi.

Irwan Sabri, saat ini berada di Jakarta dengan agenda kerja menemui Menteri ATR BPN, Nusron Wahid, menindaklanjuti perkara pembebasan Embung Lapri, Pulau Sebatik, yang sampai kini masih belum selesai karena adanya force majeure.

Irwan juga mengaku langsung mencari tahu penyebab kegaduhan dan perdebatan di Medsos atas peristiwa tersebut.

Ia menuturkan, permasalahannya, lebih pada miss komunikasi antara Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan dengan Wabup Hermanus.

‘’Jadi ada acara pertemuan Forum OPD yang tak mengundang Wabup. Dan masalah tersebut, memicu ketersinggungan beliau,’’ tutur Irwan Sabri.

Dari penuturan Sekda Nunukan, undangan bagi Bupati ataupun Wakil Bupati, biasanya dilayangkan ketika rapat besar berikutnya.

‘’Jadi ada tahapannya menurut Sekda. Tapi saya sudah menegur Sekda agar lebih pro aktif dan menguatkan komunikasi dengan pimpinan daerah lagi,’’ lanjutnya.

Irwan Sabri kembali menegaskan tidak ada keretakan hubungan apapun yang terjadi antara Kepala Daerah dan wakilnya.

Narasi yang saat ini menjadi gaduh dan mengakibatkan masyarakat terbagi menjadi dua kubu, perlu diluruskan.

Statemen Irwan Sabri juga dikuatkan dengan adanya ritual do’a yang dilakukan Hermanus sebelum meninggalkan Gedung Pemkab Nunukan.

Hermanus melafalkan mantera bahwa Jubata (Tuhan) adalah yang berkuasa terhadap alam semesta. Dia juga berdoa agar pemerintahan dijauhkan dari berbagai bala.

‘’Seratus persen tidak benar jika dikatakan hubungan kami tidak harmonis. Saya hampir setiap hari selalu berkoordinasi dengan beliau. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pasukan Merah. Mereka juga menegaskan kedatangannya ke Pemda sama sekali bukan terkait relasi Bupati dan Pak Wakil yang dinarasikan bermasalah,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara