Menu

Mode Gelap
Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar Ratusan Pelajar SMP Nunukan Ikut Tari Jepen Masal, Seni Budaya yang Menjadi Simbol Kebersamaan dan Pelestarian Budaya Sebuah Perahu Kayu Bermuatan Beras dan Air Mineral Untuk Warga Perbatasan, Karam di Perairan Malaysia

Kaltara

Sakit Sakitan, Laki Laki Paruh Baya di Nunukan Gantung Diri di Kamar Mandi

badge-check


					Garis polisi terpasang di rumah La Hasani, laki laki paruh baya warga Jalan Sei Fatimah, Nunukan Barat yang nekat gantung diri di kamar mandi rumahnya, Selasa (3/3/2026). Dok.Polres Nunukan. Perbesar

Garis polisi terpasang di rumah La Hasani, laki laki paruh baya warga Jalan Sei Fatimah, Nunukan Barat yang nekat gantung diri di kamar mandi rumahnya, Selasa (3/3/2026). Dok.Polres Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Seorang laki laki paruh baya di Nunukan, Kalimantan Utara, La Hasani (56), warga Jalan Sei Fatimah, RT 20, Nunukan Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, ditemukan tewas tergantung di kamar mandi rumahnya, Selasa (3/3/2026) pagi.

Salah satu anak La Hasani, sempat mendengar ada teriakan sekitar pukul 04.00 wita, namun karena mengantuk, ia memilih tak mencari tahu lebih jauh.

Kematian La Hasani baru diketahui anaknya sekitar pukul 07.40 wita, saat hendak mandi.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menuturkan, jasad korban tergantung dalam kamar mandi dalam kondisi pintu kamar mandi terkunci dari dalam.

‘’Jasad korban tergantung pada seutas tali nilon warna putih yang diikat ke tiang gelagar kamar mandi,’’ ujarnya, saat dikonfirmasi.

Dari hasil visum et repertum, tak ditemukan adanya tanda kekerasan fisik.

Selain itu, polisi menemukan sejumlah obat obatan medis yang masih terbungkus plastik, tergeletak di meja dapur rumah korban.

Korban, meninggalkan dua putri, masing masing berusia 24 tahun dan 18 tahun.

‘’Korban tinggal bersama kedua putrinya. Istrinya sedang berada di kampungnya, di Bau Bau, Sulawesi Tengah dalam rangka menghadiri acara pernikahan keluarga disana,’’ kata Sunarwan.

Menurut keterangan anak korban, ayahnya memang sudah lama mengalami sakit komplikasi dan sering kambuh.

Saat kejadian, sekitar pukul 04.00 wita, kata Sunarwan, sebenarnya salah satu anak korban sempat mendengar ada teriakan.

Namun karena kondisinya masih mengantuk, ia tak tertarik untuk mencari tahu.

Sampai kemudian sekitar pukul 07.40 wita, saat putri bungsu korban bangun dan hendak mandi, ia mendapati pintu kamar mandi terkunci dari dalam.

‘’Ia kemudian mengintip dari celah pintu dan melihat ayahnya dalam posisi tergantung dengan seutas tali,’’ kata Sunarwan.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara