Menu

Mode Gelap
Riwayat Politeknik Nunukan, Kampus di Ujung Negeri yang Terus Berbenah Demi Pendidikan Anak Anak Perbatasan RI – Malaysia Pasca Tragedi Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan, Bupati Nunukan Pastikan Suplay BBM Aman Begini Kronologis Jatuhnya Pesawat Pengangkut BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Pilot Pesawat BBM yang Jatuh di Pegunungan Krayan, Ditemukan Tewas Terbakar Pesawat yang Jatuh di Gunung Pa’ Ramayo Dipastikan Pesawat Pengangkut BBM Untuk Krayan Sebuah Pesawat Jatuh di Dataran Tinggi Krayan, Diduga Pesawat Pengangkut BBM

Kaltara

Riwayat Politeknik Nunukan, Kampus di Ujung Negeri yang Terus Berbenah Demi Pendidikan Anak Anak Perbatasan RI – Malaysia

badge-check


					Diskusi terkait kendala perekrutan mahasiswa di Poltek Nunukan. Direktur Poltek Nunukan, Arkaz Viddi (tengah) menjabarkan kendala dan upaya kampus untuk menuju universitas dan destinasi wisata khususnya advokasi di Kaltara. Perbesar

Diskusi terkait kendala perekrutan mahasiswa di Poltek Nunukan. Direktur Poltek Nunukan, Arkaz Viddi (tengah) menjabarkan kendala dan upaya kampus untuk menuju universitas dan destinasi wisata khususnya advokasi di Kaltara.

NUNUKAN, infoSTI – Politeknik Negeri Nunukan, Kalimantan Utara, saat ini terus berbenah untuk menunjukkan diri sebagai kampus yang mampu bersaing dengan universitas lain di seluruh negeri.

Satu satunya Politeknik Negeri di Kalimantan Utara ini, masih mengalami kendala dalam perekrutan mahasiswa.

Sudah 8 tahun berdiri, atau sudah 5 tahun statusnya negeri, jumlah mahasiswanya belum sampai 500 orang.

Direktur Poltek Nunukan, Arkaz Viddy mengakui, sampai hari ini, minat masyarakat Kabupaten Nunukan, masih tertuju untuk menyekolahkan anaknya di kampus yang ada di kota kota besar.

Padahal, secara efisiensi biaya, sudah pasti Poltek Nunukan jauh lebih murah dan mudah.

‘’Tantangan kami memang di perekrutan mahasiswa, kami belum menjangku pedalaman, dan kita terus melakukan evaluasi dan berbenah, baik dari kualitas mutu pendidikan, infrastruktur maupun penguatan SDM,’’ ujar Arkaz, saat melakukan diskusi literasi bersama Anggota DPRD Nunukan, Rian Antoni, Muhammad Mansur, dan Ustania, Senin (23/2/2026).

Dari sisi kualitas mutu pendidikan, tahun ini Politeknik Negeri Nunukan menambah Prodi untuk S1. ada 4 prodi, yang segera dibuka,
Bisnis Digital, Teknik Sipil untuk jalan dan jembatan, English Busines dan Agro Bisnis.

Di bidang peningkatan kapasitas SDM, khususnya bagi dosen, Poltek Nunukan juga mengirim tiga dosennya ke Taiwan dan China untuk job training IT.

Beberapa dosen di Poltek juga ada yang sedang menempuh jenjang doctor S3.

‘’Kami telah ajukan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi). Ini yang juga selama ini kendala kami juga. Ketika itu disetujui, anak anak kami tak perlu mengambil LSP di luar kota lagi,’’ kata Arkaz.

Sementara untuk perbaikan fasilitas, Poltek telah menghadap Kementerian PUPR Nunukan untuk pembangunan Rusun yang diperuntukkan bagi asrama/studen village.

Kementerian, telah menyetujui atensi tersebut, dan spesifikasi gedung yang akan dibangun, memiliki kapasitas hingga 300 mahasiswa.

Pembangunan laboratorium terpadu dengan konsep modern, juga sudah mulai berproses.

‘’Setahun dua tahun kedepan, Poltek Nunukan kita targetkan menjadi Poltek University. Kita sudah menghadap Kemendikti, kita jadikan Poltek Nunukan jadi destinasi pendidikan, khususnya advokasi di Kaltara,’’ kata Arkaz.

Ia menambahkan, dari sisi minat, sebenarnya Poltek Nunukan juga telah menarik sejumlah mahasiswa dari luar Kabupaten Nunukan.

Salah satunya Satrio Bayu asal Kabupaten Malinau.

Satrio yang memilih masuk Poltek Nunukan dan menempuh prodi teknik alat berat, ingin ilmunya segera dimanfaatkan mengingat banyaknya perusahaan tambang di wilayah Kaltara.

‘’Dosen dosen Poltek juga memiliki kontribusi dalam penyusunan RPJPD hingga RPJMD Kota Tarakan. Kami dilibatkan dalam pembuatan Perda di Pemprov Kaltara juga. Pada intinya, meski di perbatasan negara, kualitas pendidikan tidak kalah dengan kampus di luar. Kendalanya lebih pada sosialisasi dan minat saja,’’ tegasnya.

‘’Jadi bagi yang mau memasukkan kuliah anaknya, silahkan ke Poltek Nunukan, untuk biaya biar kami yang fikirkan solusinya. Kami ada beasiswa, selama itu bukan anak ASN atau mereka yang tak menyelesaikan urusan administrasi, jangan khawatirkan biaya,’’ tegasnya.

Respon DPRD Nunukan

Anggota Komisi 1 DPRD Nunukan, Muhammad Mansur meminta Poltek pro aktif dalam mensosialisasikan program pendidikan dan kemudahan di kampus Poltek Nunukan.

Termasuk memperkuat jaringan komunikasi dengan dunia industry yang menjamin lulusan Poltek Nunukan bisa langsung kerja.

‘’Kita semua tahu, dunia industry masih menjadi andalan lapangan kerja bagi para lulusan kampus di Kaltara. Itu yang harus kita prioritaskan juga,’’ ujarnya.

Mansur menegaskan, ketika sektor industri bisa memberi jaminan serapan lulusan perguruan tinggi, jumlah peminat seseorang untuk mengenyam pendidikan tinggi pun akan meningkat secara linier.

‘’Kalau kesulitan publikasi, libatkan wartawan. Kerja sama dengan mereka, apa saja yang selama ini dilakukan Poltek, beritakan ke masyarakat. Ketika itu sampai, minat mereka akan tergugah,’’ tegasnya.

Mansur menegaskan, Pemkab Nunukan juga harus memikirkan bagaimana menaikkan grade Politeknik Negeri yang menjadi marwah pendidikan di perbatasan negara.

‘’Jadi memang dibutuhkan kolaborasi Poltek, Pemerintah Daerah dan DPRD. Kita sama sama ke pusat. Kita juga semua faham, beda jalur birokrasi, beda jalur politik,’’ kata Mansur.

Sekretaris Komisi 3 DPRD Nunukan, Ustania, mengeklaim selama ini, ia telah berbuat dengan menyediakan rumah singgah bagi mahasiswa dari pedalaman Krayan.

Rumah singgah tersebut, menjadi tempat para mahasiswa mengulang pelajaran di kampus dan untuk tempat istirahat yang nyaman.

‘’Saya sudah dua tahun menyediakan rumah singgah untuk mahasiswa. Yang mau saya katakan adalah, memajukan pendidikan, butuh kepedulian semua pihak. Kalau semua bekerja sama, pihak kampus untuk kualitas pendidikan dan sarana prasarana ajar, Pemda dan DPRD konsen di kekurangan lain, saya fikir semua bisa teratasi,’’ kata dia.

Ada catatan menarik dalam diskusi tersebut. Sejauh ini, Politeknik Nunukan belum mengakomodir jurusan pertanian dan perkebunan, sementara sekolah sekolah SMK di Kabupaten Nunukan memiliki jurusan tersebut.

DPRD Nunukan berharap, masalah tersebut menjadi catatan, dan menjadi bahan evaluasi dan berbenah bagi kampus di batas negeri ini. (Dzulviqor).

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara