NUNUKAN, infoSTI – Sebuah rumah kayu di Jalan Ujang Dewa, RT 002, Sedadap, Nunukan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara, terbakar hebat, sekitar pukul 21.00 wita.
Kejadian pasca Sholat Tarawih pertama di Bulan Ramadhan 1447 H inipun memicu kehebohan warga.
Sejumlah grup medsos langsung ramai dengan video tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Nunukan, Wahyudi Kawariyin menuturkan, rumah yang terbakar adalah sebuah rumah kios, berukuran sekitar 3×4 meter, milik warga bernama Chaerul Bahri.
“Kebakaran tersebut cepat dipadamkan warga. Kami menurunkan tiga armada ke lokasi kejadian. Tapi sampai disana, api sudah padam,” ujar Wahyudi, melalui pesan tertulis.
Kebakaran, dipicu oleh anak pemilik rumah, gadis SD yang memasak untuk adiknya karena kedua orang tuanya sedang pergi berbelanja.
Sang adik yang pulang dari masjid selesai Sholat Tarawih, mengeluh lapar dan meminta tolong kakaknya membuatkan makanan.
“Diduga si kakak lalai saat memasak. Dinding dapur, terbuat dari triplek sehingga mudah terbakar,” jelas Wahyudi.
Si bocah langsung berteriak minta tolong ketika api membakar dinding dapur dan cepat membesar.
Warga sekitar yang mendengar teriakan dan nyala api yang berkobar, langsung bergotong royong memadamkan api secara manual.
“Warga cepat menyiram menggunakan ember sampai padam. Personel sampai di TKP api sudah padam. Selanjutnya anggota melakukan overhaul, memastikan keadaan aman dan kondusif,” kata Wahyudi.
Tak ada korban luka dalam peristiwa ini. Asumsi kerugian akibat kebakaran ini, sekitar Rp 2 juta.
Wahyudi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan bahaya kebakaran pada Bulan Ramadhan berhubung aktifitas masak memasak semakin sibuk, dan tingkat kelalaian juga terus meningkat.
“Imbauan juga untuk pelaku usaha dan setiap warga, agar membekali rumahnya dan tempat usaha dengan membeli APAR (Alat Pemadam Api Ringan), untuk langkah efektif penanggulangan api awal,” kata Wahyudi lagi. (Dzulviqor).











